LombokPost – Tahun ini, Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) NTB menerima mandat besar dari pemerintah pusat untuk menyerap 240.660 ton setara beras.
Penugasan fantastis ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami akan memaksimalkan pengadaan gabah dan beras sekaligus agar saat panen raya nanti, serapan bisa dipacu lebih cepat melalui kesiapan internal Bulog maupun mitra,” ujar Pimwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar, Senin (26/1).
Untuk membedah target jumbo tersebut, Bulog NTB telah merinci sasaran pengadaan. Di antaranya, Gabah Kering Panen (GKP) 407.443 ton, Gabah Kering Giling (GKG) 24.196 ton dan Beras 18.315 ton.
Target ini akan disebar secara masif di wilayah kerja Kantor Cabang (Kancab) Sumbawa, Bima, dan Lombok Timur.
Mengingat volume yang sangat besar, Regar telah menyiapkan langkah antisipatif terkait infrastruktur penyimpanan.
“Kami sudah siapkan strategi penambahan kapasitas melalui pemanfaatan gudang sewa, baik milik mitra maupun pihak swasta. Ini kunci agar target serapan tidak terhambat kendala daya tampung,” tegasnya.
Tak bergerak sendiri, Bulog NTB juga memperkuat sinergi lintas sektor melalui pembentukan Tim Jemput Pangan.
Tim ini bertugas memantau titik-titik panen secara real-time dan mengawasi agar harga gabah tidak anjlok di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Regar menegaskan, skema harga masih mengacu pada ketentuan tahun sebelumnya. Yakni GKP Rp 6.500 per kilogram, GKG Rp 8.200 per kilogram, dan beras Rp 12.000 per kilogram.
Tentunya dilakukan dengan memperhatikan standar kualitas yang berlaku.
Sebagai catatan, pada 2025 lalu, Bulog NTB berhasil melampaui target (over target) dengan realisasi 189.862 ton atau 104,36 persen dari sasaran awal.
Bahkan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan penghargaan khusus Kanwil Bulog NTB atas pencapaian tersebut.
Bulog NTB dinilai sukses menjaga ritme serapan sekaligus menstabilkan harga gabah di tingkat petani.
“Capaian tahun lalu adalah bukti sinergi kuat antara petani, penggilingan, dan pemerintah. Tahun ini, semangat itu yang akan kita bawa untuk memenuhi target 240 ribu ton,” pungkasnya.
Editor : Marthadi