Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

IHSG Ambrol Jadi Peluang! Pandu Sjahrir Bocorkan Strategi Danantara Borong Saham 12 Bulan ke Depan

Nurul Hidayati • Jumat, 30 Januari 2026 | 14:41 WIB
PANTAU PERGERAKAN SAHAM: Orang-orang melihat papan elektronik yang menampilkan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada Kamis (29/1).
PANTAU PERGERAKAN SAHAM: Orang-orang melihat papan elektronik yang menampilkan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada Kamis (29/1).

LombokPost - Di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sedang tertekan hebat, Badan Pengelola Investasi Danantara justru bersiap mengambil posisi.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa koreksi pasar saat ini adalah momentum untuk menyeleksi aset-aset berkualitas tinggi yang akan dikelola dalam portofolio 12 bulan ke depan.

Sebagai pengelola dana dengan skala jumbo, Pandu menekankan bahwa Danantara tidak akan sembarangan masuk ke pasar tanpa perhitungan matang.

3 Kriteria Wajib Saham Incaran Danantara

Pandu merumuskan strategi investasinya ke dalam tiga pilar utama yang disebut sebagai "Fundamental, Liquidity, and Value".

Fundamental yang Solid: Danantara hanya membidik perusahaan dengan kinerja keuangan yang sehat dan model bisnis yang tahan banting terhadap gejolak ekonomi.

Likuiditas Tinggi: Mengingat dana yang dikelola sangat besar, aspek likuiditas menjadi kunci agar proses masuk dan keluar posisi (entry & exit) tidak mengganggu stabilitas pasar.

Valuasi yang Menarik (Value): Koreksi pasar saat ini memungkinkan Danantara untuk mendapatkan saham-saham "berlian" dengan harga yang terdiskon (undervalued).

“Karena jumlah yang harus kami invest cukup banyak, kami sangat memikirkan likuiditas. Tentu kita akan mencari saham yang fundamental, likuiditas, dan value-nya baik,” ujar Pandu dalam Prasasti Economic Forum 2026, Jumat (30/1).

Sentil Regulator: Komunikasi Harus Tegas!

Terkait gejolak pasar akibat kebijakan MSCI, Pandu menilai ketidakpastian masih akan berlanjut jika otoritas tidak segera memberikan kejelasan. Ia mendorong regulator pasar modal untuk lebih berani dan tegas dalam berkomunikasi dengan investor global.

Pemisahan Peran: Pandu menegaskan Danantara adalah market player (pemain pasar), bukan regulator. Meski khawatir dengan kepercayaan investor (confidence), ia tetap menghormati batas kewenangan otoritas.

Pesan untuk Regulator: "Kami mendorong regulator untuk bisa tegas dalam berkomunikasi. Jangan lupa, pemegang saham MSCI adalah investor institusi global terbesar," pungkasnya.

Langkah Danantara ini menjadi sinyal bahwa meski pasar sedang goyang, institusi besar masih melihat prospek jangka panjang yang cerah di pasar modal Indonesia.

Editor : Kimda Farida
#Indonesia #ihsg #Danantara #Ekonomi #saham