Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Quesillo M’dish, Dessert Venezuela yang Mulai Viral di Mataram  

Geumerie Ayu • Rabu, 4 Februari 2026 | 19:45 WIB

 

VIRAL: Lapak Quesillo M
VIRAL: Lapak Quesillo M

LombokPost – Mochammad Dinung Ikhsanul, wirausahawan muda yang membangun bisnis setelah keluar dari zona nyaman.

Owner Quesillo M'dish ini memilih resign sebagai karyawan gerai pizza. Kemudian memilih naik kelas menjadi nakhoda bagi bisnisnya sendiri.

Langkah Dinung bukan sekadar ikut-ikutan tren. Di tengah kepungan lapak kuliner seperti dimsum hingga cilok yang menjamur di kawasan Selaparang, ia justru melihat celah lebar di segmen dessert.

Pilihannya jatuh pada kudapan manis yang tengah naik daun bernama Quesillo atau custard tarts. Ini merupakan salah satu dessert yang berasal dari Venezuela.

"Pasar makanan manis di sini masih terlalu umum, paling hanya slice cake. Saya putuskan hantam pasar manis karena pesaingnya masih sedikit," ujar Dinung.

Perjalanan membangun Quesillo M'dish nyatanya tidak semanis rasa kuenya. Dinung menguras seluruh tabungan gaji hasil kerjanya selama lima bulan untuk modal awal. Eksperimen dapur yang ia lakukan bersama sang ibu pun penuh dengan drama kegagalan yang menguras kantong dan tenaga.

Ia mengaku harus melewati lima kali bongkar pasang resep sebelum menemukan formula yang dianggap sempurna.

"Eksperimen pertama terlalu tipis dan amis. Kedua, terlalu manis sampai bikin enek. Ketiga, ukurannya kebesaran sampai bentuknya rusak. Sempat pesimis karena bahan bakunya mahal, tapi saya terus yakinkan diri kalau ini pasti laku," kenangnya.

Keteguhan itu berbuah manis. Resep kelima akhirnya menjadi titik balik. Tekstur yang lembut, rasa yang pas, serta harga yang affordable.

Quesillo buatannya mulai mencuri perhatian sejak pertama kali dijajakan di Car Free Day (CFD) Udayana.

Meski baru resmi menetap di lapak permanen sejak pertengahan Desember lalu, akselerasi bisnis Quesillo M'dish tergolong kilat. Senjata utamanya adalah kekuatan media sosial. Keberhasilan menembus algoritma TikTok atau For Your Page (FYP) menjadi bensin yang membakar angka penjualan.

Berkat konten kreatif yang digarap bersama kerabat, pelanggan kini datang silih berganti ke gerainya.

"Awalnya kami hanya sanggup menjual 4 loyang per hari. Sekarang, di hari biasa sudah bisa 8-10 loyang. Target kami segera tembus 20 loyang per hari," bebernya.

Harganya dibanderol Rp 15 ribu per slice. Satu loyang dibagi menjadi delapan potong. Omzet harian Quesillo M'dish pun melonjak tajam.

Jika di awal pembukaan ia harus berjibaku menutupi minus biaya operasional, kini keuntungan satu bulan pertama sudah bisa diputar kembali. Dirinya bisa mempercantik gerai dan memperbesar kapasitas produksi.

Dinung kini tengah menyusun rencana besar untuk menyambut bulan suci Ramadan mendatang. Baginya, tiga bulan pertama adalah masa krusial untuk memperkuat fondasi. Bulan pertama pengenalan, bulan kedua bangun brand dan produksi massal.

“Target utama kami di bulan puasa nanti, di mana permintaan makanan manis biasanya melonjak tajam," pungkasnya.

Editor : Pujo Nugroho
#venezuela #dessert #viral #Quesillo #Mataram