Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Smelter Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi NTB

Geumerie Ayu • Kamis, 12 Februari 2026 | 11:34 WIB

Pekerja smelter AMMAN saat berada di tengah tumpukan katoda tembaga yang berhasil dicetak dari tungku smelter.
Pekerja smelter AMMAN saat berada di tengah tumpukan katoda tembaga yang berhasil dicetak dari tungku smelter.
LombokPost – Wajah perekonomian NTB sepanjang 2025 menunjukkan transformasi menggembirakan.

Meski secara agregat pertumbuhan ekonomi 3,22 persen (yoy) akibat ketergantungan pada tambang, namun sektor non tambang justru mencatatkan akselerasi luar biasa.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB Hario K Pamungkas menjelaskan, ekonomi non tambang NTB pada 2025 tumbuh impresif sebesar 8,54 persen (yoy).

Angka ini melonjak drastis dibandingkan capaian tahun 2024 yang hanya berada di level 3,95 persen.

"Upaya kita untuk melepaskan ketergantungan dari sektor ekstraktif mulai terlihat hasilnya," ujar Hario, Selasa (10/2).

Hario menjelaskan, pertumbuhan ini didorong penetrasi ekspor yang semakin masif di tahun kedua operasional fasilitas pengolahan.

Sektor industri pengolahan kini mulai mengambil peran penting dengan pangsa mencapai 6,69 persen.

Hal ini tidak lepas dari mulai beroperasinya smelter tembaga yang memberikan nilai tambah signifikan bagi komoditas lokal.

"Pangsa industri pengolahan dipastikan akan terus meningkat seiring optimalnya utilisasi smelter. Ini adalah fondasi penting bagi masa depan ekonomi kita," tambahnya.

Meski demikian, sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi NTB dengan pangsa sebesar 21,89 persen. Disusul sektor pertambangan 16,51 persen, dan perdagangan 14,53 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tercermin dari peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di NTB per September 2025 turun menjadi 11,38 persen. Tercatat 17,39 ribu jiwa berhasil keluar dari zona kemiskinan.

Baca Juga: 5 Drakor Tentang Perjuangan Menjadi Orang Tua yang Menarik untuk Anda Tonton

Indikator kesejahteraan lainnya juga menunjukkan tren positif. Di antaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat ke angka 73,97 persen.

Pekerja Formal meningkat menjadi 33,45 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun tipis menjadi 3,05 persen pada November 2025.

Menariknya, penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi dan akomodasi makanan minuman tumbuh signifikan 28,69 persen.

Hario menyebut, kehadiran program MBG (Makan Bergizi Gratis) berdampak langsung pada dua lapangan usaha utama, yakni perdagangan dan akomodasi.

"Akomodasi mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa multiplier effect dari kegiatan berskala nasional sangat dirasakan oleh masyarakat," terangnya.

Konsumsi rumah tangga terjaga dan dibukanya kembali berbagai fasilitas ekspor, Bank Indonesia optimistis ekonomi NTB 2026 akan semakin stabil dan mandiri. NTB tidak lagi bergantung pada hasil galian tambang.

Sebelumnya, Kepala BPS NTB  Wahyudin membeberkan, capaian pada triwulan IV 2025 merupakan pertumbuhan tertinggi yang pernah diraih NTB dalam empat tahun terakhir.

Secara kuartal (q to q) atau triwulan, ekonomi NTB juga tumbuh positif sebesar 3,97 persen dibandingkan sebelumnya.

"Angka ini menjadi barometer penting bagi kita untuk menjaga ritme pertumbuhan ke depan," ujar Wahyudin.

Menariknya, jika variabel tambang biji logam dikeluarkan dari perhitungan, performa ekonomi NTB justru terlihat jauh lebih kuat dan stabil.

Secara kumulatif selama tahun 2025, pertumbuhan ekonomi non tambang NTB mencapai 8,33 persen.

Angka ini jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang dirilis pada hari yang sama di angka 5,11 persen.

Baca Juga: Update Bansos Hari Ini 8 Februari 2026: Bank BNI Cairkan PKH dan BPNT Tahap 1 di 17 Daerah, Cek Daftarnya

"Artinya apa, sektor-sektor di luar tambang ini sangat menggembirakan. Pertumbuhannya sangat signifikan dan menjadi penopang nyata bagi ekonomi masyarakat," tegas Wahyudin.

Editor : Redaksi Lombok Post
#non tambang #penggerak ekonomi #Smelter #KPwBI NTB #ekonomi NTB 2025 #NTB