UMKM Rahman Jaya, unit usaha kuliner asal Kelurahan Pagutan Barat, Mataram, berhasil mengakses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 50 juta, Rabu (18/2).
UMKM yang dikenal dengan produk kudapan tradisionalnya ini mendapat akses permodalan di BRI Unit RSUD Kota Mataram.
Kepala Dinas KUKM NTB Wirawan Ahmad menekankan suntikan modal hanyalah salah satu instrumen pendukung.
Kesiapan mental dan legalitas pelaku usaha untuk bersaing di pasar yang lebih luas jadi hal yang jauh lebih krusial.
"Kami ingin UMKM NTB tidak hanya bertahan, tapi tumbuh dan bersaing,” ujarnya, Kamis (19/2).
UMKM Rahman Jaya menjadi model unit usaha yang patut dicontoh. Selain mengantongi modal usaha, unit usaha ini telah melengkapi diri dengan aspek legalitas vital berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal.
“Keberhasilan UMKM Rahman Jaya mengakses KUR Rp 50 juta ini adalah bukti bahwa pendampingan PLUT KUMKM hadir memberikan solusi konkret, bukan sekadar konsultasi," tandasnya.
UMKM Rahman Jaya selama ini telah memikat lidah masyarakat melalui aneka produk seperti cilok, siomay, tahu isi siomay, hingga kue semprong.
Dengan cairnya tambahan modal ini, diharapkan kapasitas produksi meningkat drastis tanpa mengurangi kualitas.
Pendamping PLUT KUMKM NTB Bidang Pembiayaan Nini Suhaini menjelaskan, upaya fasilitasi dilakukan pihaknya untuk memastikan pelaku usaha memiliki struktur keuangan yang sehat. Tujuannya, pelaku usaha mampu memenuhi persyaratan perbankan.
"Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa kami hadir untuk mendampingi UMKM dari hulu ke hilir," kata Nini.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Dracin Romantis yang Cocok Ditonton di Momen Valentine
Dengan NIB dan Sertifikat Halal di tangan, serta dukungan modal yang memadai, UMKM Rahman Jaya kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat.
Jangkauan pemasaran kini berpeluang merambah ritel modern hingga pasar luar daerah.
Langkah produktif ini diharapkan menjadi pemantik bagi pelaku UMKM lain di NTB. Pelaku UMKM diharapkan segera mengurus legalitas usaha dan memanfaatkan fasilitas pendampingan gratis di PLUT KUMKM NTB.
“Dinas terus berkomitmen menciptakan ekosistem usaha yang kondusif agar produk lokal menjadi juara di negeri sendiri,” pungkasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post