LombokPost – Mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, puluhan UMKM NTB difasilitasi untuk mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE).
Tercatat 440 NIE diterbitkan untuk 86 UMKM NTB agar bisa membantu untuk naik kelas.
Keberadaan NIE sangat penting bagi pelaku UMKM, khususnya UMKM pangan olahan, kosmetik, dan obat bahan alam.
Bukan sekadar administratif, ini merupakan strategi kunci untuk memastikan produk lokal NTB memiliki standar keamanan, mutu, dan khasiat yang terjamin sebelum beredar luas di pasar.
Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso menegaskan, pendampingan intensif ini selaras dengan amanah pemerintah pusat dalam memperkuat daya saing produk dalam negeri.
Sejalan dengan arahan kepala Badan POM RI, pembinaan terstruktur melalui pelatihan dan asistensi menjadi prasyarat mutlak.
Tujuannya agar pelaku usaha lokal mampu naik kelas dan memenuhi standar regulasi yang ketat.
"Pendampingan ini adalah wujud nyata dukungan kami agar UMKM NTB tidak hanya menjadi penonton di pasar sendiri. Tetapi mampu bersaing dengan produk luar melalui jaminan legalitas yang sah," jelasnya, Kamis (5/3).
Sebanyak 440 NIE yang diterbitkan mencakup berbagai kategori produk. Di antaranya, Obat Bahan Alam sebanyak 6 NIE untuk 3 UMKM.
Pangan Olahan sebanyak 164 NIE untuk 56 UMKM, meliputi gula semut, VCO, hingga minuman botanikal. Kosmetik sebanyak 270 NIE untuk 12 UMKM, mencakup pomade, sabun cair, parfum, dan perawatan lainnya.
“Kosmetik jadi yang paling banyak,” kata Yogi.
Khusus untuk 2025, BBPOM telah mendampingi 39 UMKM yang berhasil mengantongi 202 NIE.
Penerbitan izin edar tersebut cukup merata, Kabupaten Lombok Barat tercatat sebagai wilayah dengan penerbitan terbanyak yakni 106 NIE.
Disusul Kota Mataram 40 NIE, Lombok Timur 22 NIE, Lombok Tengah 19 NIE, dan Lombok Utara 15 NIE.
Capaian ini diharapkan menjadi fondasi bagi penguatan pengawasan terpadu di masa depan. Setelah mengantongi izin resmi, produk-produk UMKM NTB kini memiliki kredibilitas lebih tinggi di mata konsumen.
Baik di tingkat lokal, nasional, hingga berpotensi merambah pasar ekspor.
“Kami memastikan akan terus membuka pintu kolaborasi dan pendampingan bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan standar produk mereka,” tandasnya.
Editor : Marthadi