LombokPost - Mengantisipasi lonjakan permintaan selama libur panjang 3-5 April, PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan Elpiji di NTB.
Penambahan stok mencapai 49 persen atau setara dengan 73.620 tabung di atas rata-rata penyaluran harian normal.
Area Manager Communication Relations & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan, seluruh infrastruktur distribusi dalam kondisi siaga penuh dengan stok yang sangat mencukupi.
"Kami sudah memitigasi lonjakan permintaan melalui penyaluran fakultatif di luar jadwal reguler agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa kendala," jelas Ahad.
Pertamina menyiagakan personel untuk memantau kelancaran distribusi.
Selain itu, juga melakukan skema build up stock pada SPBU-SPBU yang berada di jalur strategis dan daerah tujuan wisata.
Hal ini dilakukan untuk menjamin kelancaran sektor transportasi yang diprediksi akan mengalami peningkatan mobilitas.
Tak hanya soal kuantitas, Pertamina juga memperketat pengawasan pada aspek kualitas.
Pengecekan rutin fasilitas dilakukan untuk memastikan setiap liter BBM yang diterima konsumen sesuai dengan takaran dan mutu standar.
Baca Juga: Heboh Isu BBM Naik 1 April, Pertamina Buka Suara: Ini Faktanya!
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena stok energi dalam kondisi aman terkendali," tambah Ahad.
Di sela-sela penguatan stok, Pertamina kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya penggunaan Elpiji sesuai peruntukan.
Elpiji 3 kg merupakan produk bersubsidi yang dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu. Sedangkan bagi kalangan ekonomi mampu dan pelaku usaha skala besar, diimbau untuk menggunakan produk non-subsidi seperti Bright Gas.
Bagi masyarakat yang menemukan kendala layanan atau ingin melakukan pengaduan terkait ketersediaan energi, Pertamina menyediakan layanan pengaduan melalui Pertamina Contact Center di nomor 135. (fer/r6)
Editor : Redaksi