Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bidik Pasar Global, NTB Perlu Perkuat Identitas UMKM

Geumerie Ayu • Selasa, 7 April 2026 | 19:20 WIB
TINGKATKAN DAYA SAING: Sejumlah produk UMKM NTB yang hadir dalam kegiatan bazar di Lombok Epicentrum Mall, beberapa waktu lalu. (FERIAL/LOMBOK POST)
TINGKATKAN DAYA SAING: Sejumlah produk UMKM NTB yang hadir dalam kegiatan bazar di Lombok Epicentrum Mall, beberapa waktu lalu. (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost - NTB resmi memperkenalkan BaleKITA sebagai terobosan ruang promosi strategis.

BaleKITA menggabungkan kekuatan identitas budaya lokal dengan strategi pemasaran modern.

Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat daya saing produk unggulan daerah agar tidak hanya jago kandang, tetapi mampu menembus pasar global.

Baca Juga: Pelan tapi Pasti, NTB Mall Jadi Inspirasi Daerah Lain

Program ini menjadi bagian dari langkah besar Pemprov NTB dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas.

Hal itu dilakukan melalui standarisasi kualitas, penguatan branding, hingga kurasi produk yang ketat.

Kepala Balai Kemasan Promosi Pemasaran Produk Unggulan Daerah (BKP3UD) Disperindag NTB M Achiyat Winata menjelaskan, bahwa BaleKITA bukan sekadar tempat pajangan (display) produk.

Baca Juga: Memanfaatkan NTB Mall untuk Promosi dan Pemasaran Produk Usaha Lokal

Lebih dari itu, tempat ini merupakan ekosistem promosi profesional yang berfungsi sebagai rumah kolaborasi. 

“BaleKITA dimaknai sebagai rumah bersama. Tempat pelaku UMKM berkreasi, berinovasi, dan terbuka terhadap pasar, namun tetap menjaga keaslian produk NTB,” ujar Achiyat.

Transformasi ini merupakan jawaban agar sistem promosi daerah lebih adaptif terhadap perkembangan pasar yang serba digital dan dinamis.

Baca Juga: NTB Mall Fasilitasi Pemasaran Produk Warga Binaan

Untuk memastikan kualitas, setiap produk yang masuk ke ekosistem BaleKITA harus melewati proses seleksi komprehensif. “Aspek yang dinilai meliputi legalitas usaha, standar kemasan, hingga kesiapan kapasitas produksi,” sambungnya.

Namun, senjata rahasia dari konsep ini adalah Story Value. Setiap produk akan dibekali narasi mendalam mengenai asal-usul, proses pembuatan, hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya. “Yang kita jual bukan hanya barangnya, tetapi juga cerita, proses, dan identitas yang ada di balik produk tersebut. Ini menciptakan koneksi emosional dengan konsumen,” jelasnya.

Pemprov NTB menargetkan BaleKITA menjadi etalase utama dalam menyambut berbagai event besar. Termasuk ajang sport tourism internasional seperti Rinjani 100 dan lainnya di NTB.

Untuk memperluas jangkauan, konsep ini akan diperkuat melalui beberapa strategi. Di antaranya, pemanfaatan marketplace dan promosi media sosial yang masif. Kemitraan strategis melalui penempatan titik promosi di lokasi premium seperti bandara, kawasan wisata, dan ritel modern. “Kolaborasi Lintas OPD, yakni sinkronisasi program antar dinas untuk memperluas akses pasar nasional,” lanjutnya.

Saat ini, ekosistem pemasaran produk unggulan NTB telah menampung potensi yang luar biasa besar. Tercatat 418 UMKM NTB telah bergabung dalam jaringan BaleKITA. Kemudian ada 5.700 lebih produk telah terdaftar dan siap dipasarkan. “Dengan strategi promosi yang lebih terintegrasi, BaleKITA diharapkan mampu menjadi etalase utama produk unggulan NTB yang kompetitif, berkualitas, dan memiliki identitas kuat,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Sinta Agathia Iqbal berharap, BaleKITA NTB menjadi identitas baru yang merepresentasikan keaslian (otentik) produk-produk unggulan NTB. Sekaligus menjadi ruang promosi yang lebih inklusif dan berdaya saing bagi seluruh UMKM.

Produk-produk yang ditampilkan harus benar-benar representatif, memiliki kualitas unggul, legalitas yang jelas, kemasan yang menarik, serta sesuai dengan segmen pasar. Setiap kekurangan akan dibina secara berkelanjutan agar produk UMKM NTB semakin kompetitif. “BaleKITA NTB harus tampil lebih fresh, lebih menarik, dan mampu menjawab kebutuhan pasar. Bukan hanya tempat display, tetapi menjadi ruang yang mampu mendorong produk benar-benar terjual,” ujarnya. (fer/r6)

Editor : Redaksi
#pasar nasional #UMKM #dekranasda #NTB #BaleKITA NTB