Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tiket Pesawat Mahal, Pengusaha Travel Tak Kehabisan Ide

Geumerie Ayu • Senin, 13 April 2026 | 13:56 WIB
BERLIBUR: Suasana salah satu pantai yang dipadati wisatawan di Kabupaten Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. (DEWI/LOMBOK POST)
BERLIBUR: Suasana salah satu pantai yang dipadati wisatawan di Kabupaten Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. (DEWI/LOMBOK POST)

LombokPost - Pelaku usaha jasa perjalanan wisata tengah dihadapkan dengan tantangan mahalnya harga tiket pesawat.

Menanggapi dinamika tersebut, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) NTB berupaya menjaga daya saing daerah.

Ketua Asita NTB Sellywati menegaskan, siap bergerak lebih agresif melalui penguatan produk, transformasi digital, serta kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Naik, Pariwisata NTB Terancam Lesu

Lonjakan harga tiket pesawat yang dipicu kenaikan harga bahan bakar avtur dinilai sangat memengaruhi minat perjalanan domestik.

Tantangan aksesibilitas ini diakuinya menjadi hambatan paling kompleks bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Lombok maupun Sumbawa.

“Asita NTB harus fokus untuk memastikan pariwisata kita tidak hanya ramai kunjungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi para anggota dan pelaku usaha lokal,” ujarnya, Jumat (10/4).

 Baca Juga: BBM Dijamin Aman Hingga Akhir Tahun, Tiket Pesawat Disubsidi Rp 1,3 T Per Bulan

Asita NTB menyiapkan beberapa langkah taktis seperti memperkuat promosi kawasan Mandalika. Pihaknya mengeksplorasi spot baru di pelosok Lombok yang potensial sebagai paket wisata eksklusif.

Asita NTB juga akan menyusun paket wisata tematik yang lebih terjangkau. Seperti paket 3 hari 2 malam (3D/2N) dengan konsep hemat tanpa mengurangi kualitas pengalaman berwisata.

Selain itu, juga dilakukan upaya lobi dan negosiasi dengan maskapai penerbangan dan perhotelan untuk mendapatkan contract rate atau harga khusus bagi anggota Asita NTB.

Baca Juga: Harga Avtur Melonjak 70 Persen, Tiket Pesawat Cuma Boleh Naik 13 Persen! Ini Penjelasan Pemerintah

“Kami mendorong adanya kontrak rate khusus dengan airline dan hotel supaya paket yang dijual anggota bisa lebih murah, kompetitif, dan menarik di tengah lonjakan biaya perjalanan,” jelasnya.

Selain fokus pada harga, Asita NTB juga mendorong para anggotanya untuk segera melakukan transformasi digital secara total.

Pemanfaatan marketplace dan optimalisasi media sosial dipandang sebagai kanal penjualan utama yang wajib dikuasai di era digital saat ini.

Tak hanya menyasar wisatawan umum, pihaknya juga mulai melirik segmen pasar edukasi melalui pengembangan program study tour.

Hal ini diharapkan dapat menjadi alternatif pasar yang stabil di luar musim liburan saat low season.

Keberhasilan strategi ini, menurut Sellywati, sangat bergantung pada kolaborasi aktif dengan berbagai pemangku kepentingan.

Mulai dari pemerintah daerah melalui dinas pariwisata, hingga pelaku industri hotel, restoran, dan transportasi.

Melalui sinergi yang kuat, Asita NTB optimistis sektor pariwisata daerah mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global.

Sekaligus memastikan manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat lokal di NTB. (fer/r6)

Editor : Redaksi
#jasa perjalanan #Tiket Pesawat #asita #pelaku usaha #NTB