Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Tiket Pesawat Naik, Pariwisata NTB Terancam Lesu

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
BAHAN BAKAR: Truk Pertamina pengangkut Avtur bersiap mengisi bahan bakar pesawat, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah, belum lama ini. (YUYUN/LOMBOK POST)
BAHAN BAKAR: Truk Pertamina pengangkut Avtur bersiap mengisi bahan bakar pesawat, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah, belum lama ini. (YUYUN/LOMBOK POST)

Advertisement

 

LombokPost - Menyikapi harga avtur melonjak lebih dari 70 persen, akhirnya Pemerintah mengizinkan maskapai penerbangan menyesuaikan tarif tiket pesawat, dengan batas maksimal kenaikan sebesar 13 persen. 

Kebijakan ini dinilai berdampak langsung terhadap sektor pariwisata, khususnya di NTB. Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Sahlan M Saleh menilai, kebijakan tersebut berpotensi menekan minat kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan, terutama di Pulau Lombok dan Sumbawa. “Ini akan sangat berdampak pada pariwisata kita,” tegasnya, saat ditemui Selasa (7/4). 

Advertisement

Transportasi udara merupakan akses utama menuju destinasi wisata di NTB. Sehingga kenaikan harga tiket akan memengaruhi keputusan wisatawan, dalam merencanakan perjalanan. 

“Orang yang sudah merencanakan perjalanannya mungkin bisa menunda, karena tentu orang akan berpikir kembali,” tegas dia.

Advertisement

Memang dampak tersebut tidak merata, terutama bagi kelompok masyarakat dengan daya beli terbatas. Namun tetap saja, dengan budgeting yang ada, kenaikan harga tiket pesawat akan mengurangi jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke destinasi.  

Kondisi ini dinilai dapat menghambat pencapaian target kunjungan wisatawan NTB di angka 2,5 hingga 3 juta orang pada tahun 2026. Tentu saja, situasi sekarang bisa menambah beban promosi bagi BPPD. 

“Situasi ini mengganggu target kita karena berkurangnya minat wisatawan, dan juga beban tanggung jawab kita di BPPD untuk mendatangkan wisatawan itu makin lebih tinggi,” kata ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) NTB tersebut. 

Kendati demikian, ia menilai avtur bukan satu-satunya faktor penentu mahalnya tiket. Ia menyebut masih banyak komponen biaya lain yang turut membebani maskapai dan pada akhirnya dibebankan kepada penumpang. 

“Bukan hanya avtur, tapi seluruh komponen bahan bakar itu sudah dinaikkan,” ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Insentif PPN Tiket Pesawat Berlanjut Hingga Juni 2026

Insentif PPN Tiket Pesawat Berlanjut Hingga Juni 2026

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali menggulirkan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian tiket pesawat hingga Juni 2026.

Kunjungan Wisatawan ke Mandalika Tembus 685 Ribu Orang

Kunjungan Wisatawan ke Mandalika Tembus 685 Ribu Orang

Semester I 2026 mencatatkan kinerja yang sangat mengesankan dengan kunjungan wisatawan mencapai 685.844 orang di The Mandalika

Kejar Kunjungan Wisatawan, Dispar KLU Genjot Promosi dan Event

Kejar Kunjungan Wisatawan, Dispar KLU Genjot Promosi dan Event

Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) menargetkan tren pertumbuhan kunjungan wisatawan tahun ini terus meningkat. Untuk mencapai target itu, pe

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer