Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lestari Tenun Bawa Kain Lokal Tembus Panggung Global

Geumerie Ayu • Rabu, 22 April 2026 | 16:59 WIB
LESTARIKAN WARISAN: Produk kain tenun milik Lestari Tenun. (LESTARI TENUN FOR LOMBOK POST)
LESTARIKAN WARISAN: Produk kain tenun milik Lestari Tenun. (LESTARI TENUN FOR LOMBOK POST)

LombokPost - Di tangan Sri Lestari, pemilik usaha Lestari Tenun, selembar kain bukan sekadar komoditas dagang.

Ada napas panjang budaya Lombok yang bertransformasi menjadi karya seni bernilai tinggi.

Memulai perjalanan bisnisnya pada 2021, Sri Lestari membawa misi melestarikan tenun NTB, khususnya Lombok.

Baca Juga: Kain Tenun Batujai, Simbol Identitas dan Penggerak Ekonomi

Sebuah tekad untuk memastikan warisan leluhur tetap relevan di tengah gempuran modernisasi.

Langkah Sri Lestari tergolong berani. Ia memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman di dunia perbankan demi terjun langsung ke dunia kriya.

Kegelisahannya bermula saat melihat ketimpangan nilai ekonomi yang diterima para perajin lokal.

 Baca Juga: Tenun Muna Pa’a Dompu Dibidik Jadi Indikasi Geografis, Kemenkum NTB Gandeng Dispar Genjot KI!

"Saya merasa miris melihat hasil kerja keras penenun yang memakan waktu hingga tiga bulan, namun hanya dihargai Rp 200-300 ribu," beber Sri.

Salah satu terobosan utamanya, beralih dari pewarna sintetis ke pewarna alami. Langkah ini diambil setelah ia kerap menerima keluhan pelanggan mengenai warna kain yang luntur.

"Penggunaan pewarna alami bukan hanya soal estetika, tapi soal menjaga kepercayaan konsumen dan meningkatkan nilai jual," jelasnya.

Baca Juga: Sengketa Lahan Kantor Desa Kebon Ayu, Pemkab Lobar Siapkan Opsi Relokasi ke Gedung Showroom Tenun ​

Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Lestari Tenun berhasil mewakili wilayah Bali-Nusra dalam ajang ekspor bergengsi di Jepang.

Prestasi ini membuktikan produk lokal dengan standar kualitas global mampu berbicara lantang di mancanegara.

Bagi Sri, kesuksesan sejati adalah ketika ia mampu mengangkat derajat para perajin di sekitarnya. Ia aktif mendampingi perempuan penenun di Lombok.

Memberikan edukasi mengenai pemilihan benang, teknik pewarnaan, hingga tren warna yang sedang diminati pasar.

Meski tantangan untuk mengubah pola pikir perajin tradisional tidaklah mudah, Sri tetap konsisten memberikan pendampingan.

Ia percaya, menjaga tradisi tidak berarti menutup diri dari inovasi. Justru melalui inovasi, tenun Lombok dapat bertahan dan terus berkembang mengikuti zaman.

Kini, Lestari Tenun telah menjelma menjadi jembatan antara masa lalu yang penuh sejarah dan masa depan yang penuh peluang.

Sri membuktikan, dedikasi dan konsistensi pada kualitas menjadi kunci untuk membawa identitas lokal menuju kejayaan. (fer/r6)

Editor : Redaksi
#usaha #perbankan #NTB #tenun #Lombok