Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kopinggir, Kedai Kopi Unik Tepian Sawah

Geumerie Ayu • Rabu, 22 April 2026 | 17:17 WIB
KONSEP UNIK: Kedai Kopinggir yang ada di belakang area Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, belum lama ini. (Ist/Lombok Post)
KONSEP UNIK: Kedai Kopinggir yang ada di belakang area Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, belum lama ini. (Ist/Lombok Post)

LombokPost - TREN kedai kopi kekinian juga menjamur di Kota Bima, NTB.

Salah satu tempat yang kini tengah mencuri perhatian namanya Kopinggir, kedai kopi di tepian persawahan.

Terletak tepat di belakang area Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, lapak ini cukup populer di kalangan ASN dan karyawan swasta sekitar.

Baca Juga: Rakib Petani Segala Anyar, Buktikan Pohon Kopi Bisa Tumbuh Subur di Lahan Tadah Hujan

Daya tariknya, sensasi menyeruput kopi dengan suguhan panorama hijau persawahan yang asri.

Berbeda dengan kafe bertema industrial yang tertutup, Kopinggir mengusung konsep ruang terbuka yang menyatu dengan alam.

Lokasinya yang berdekatan dengan hamparan sawah memberikan akses langsung bagi pengunjung untuk menikmati semilir angin di pagi dan sore hari.

Baca Juga: Kopi Sembalun Rasa Dunia! Rahasia Acibara Coffee Mataram Berani "Adu Rasa" dengan Biji Kolombia

Dibalik kesuksesan Kopinggir, ada sosok pemuda kreatif asal Kelurahan Paruga bernama Alif.

Owner muda yang masih lajang ini memulai perjalanan bisnisnya hampir setahun lalu.

Awalnya, Alif berjualan di malam hari di depan SDN 2 Paruga menggunakan lapak sederhana.

Baca Juga: Festival Kopi di LEM Pecahkan Rekor, Transaksi Tembus Rp2 Miliar dalam 4 Hari

Melihat potensi pasar di kawasan perkantoran, Alif mengambil langkah berani dengan berpindah lokasi dan mengubah jam operasionalnya.

“Sekarang saya fokus jualan pagi hingga siang hari, karena ternyata banyak pelanggan dari kalangan pegawai yang mencari suasana ngopi yang lebih fresh di waktu kerja,” beber Alif.

Soal rasa, Kopinggir tidak main-main. Alif mendatangkan bahan baku kopi berkualitas dari Pulau Jawa.

Dia juga memadukannya dengan kopi lokal kebanggaan warga Mbojo, yakni Kopi Tambora. Kopi yang memiliki karakter rasa yang kuat dengan aroma yang khas.

Berkat konsistensinya menjaga kualitas, Alif mampu menjual puluhan gelas setiap harinya.

“Kuncinya cuma satu, jaga kualitas rasa dan pelayanan,” tegasnya.

Strategi Alif membuktikan lokasi yang tepat dan konsep yang unik bisa menjadi modal kuat untuk bersaing.

Ke depan, Alif berharap Kopinggir tidak hanya dikenal karena racikan kopinya. Namun juga menjadi ikon tempat ngopi santai dengan suasana alam yang otentik di Kota Bima. (fer/r6)

Editor : Redaksi
#pemuda kreatif #ruang terbuka hijau #Kedai Kopi #Kota Bima #NTB