LombokPost - Wajah filantropi Islam di Kota Mataram bersiap memasuki era modern. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTB resmi menjajaki kolaborasi strategis untuk memasyarakatkan instrumen wakaf saham.
Langkah inovatif ini dibahas dalam kunjungan Kepala Kantor BEI NTB Gusti Bagus Ngurah Putra Sadiana dan jajaran, Kamis (23/4).
Pertemuan menjadi sinyal kuat penguatan ekonomi umat melalui instrumen pasar modal syariah di wilayah tersebut.
Baca Juga: MAN 1 Mataram Gencarkan Wakaf Uang dan Saham
Kepala Kantor BEI NTB Gusti Bagus Ngurah Putra Sadiana menjelaskan, wakaf saham memungkinkan investor atau pemegang saham untuk mewakafkan dividen atau sahamnya untuk kepentingan sosial.
Hasil dari saham tersebut kemudian dikelola oleh Nazhir (pengelola wakaf, Red) untuk mendanai berbagai program pemberdayaan masyarakat.
"Kami berkomitmen mendukung program Kota Mataram sebagai Kota Wakaf melalui berbagai kegiatan edukasi,” ujarnya.
“Target kami adalah memberikan literasi kepada masyarakat luas, termasuk kalangan ASN dan generasi muda, bahwa berinvestasi sambil beribadah sosial kini sangat mudah dilakukan melalui pasar modal," jelasnya.
Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram Hamdun menegaskan, persepsi masyarakat mengenai wakaf selama ini masih terbatas pada aset fisik seperti tanah, masjid, atau bangunan sekolah.
Padahal, wakaf saham menawarkan skema yang jauh lebih fleksibel, transparan, dan produktif secara ekonomi.
Baca Juga: Wakaf Produktif Didorong Berstandar Global, Masjid Istiqlal Jadi Pusat Edukasi Ekonomi Umat
Dikatakannya, wakaf saham adalah terobosan penting dalam pengelolaan wakaf secara profesional. Ini sejalan dengan visi Kemenag untuk menjadikan Mataram sebagai Kota Wakaf.
“Filantropi Islam dapat dikelola melalui instrumen keuangan modern yang memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan umat," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut pihaknya menyepakati perlunya program sosialisasi yang masif soal wakaf saham. Literasi ini dianggap krusial untuk memastikan masyarakat memahami aspek syariah dan keamanan berinvestasi di pasar modal.
Melalui kolaborasi ini, Kota Mataram ingin menciptakan ekosistem wakaf yang inklusif dan inovatif. Wakaf saham diharapkan tidak hanya menjadi tren sesaat. Ini diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang nyata, transparan, dan berdampak luas bagi pengentasan kemiskinan dan pembangunan daerah. (fer/r6)
Editor : Redaksi