Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Di Tangan yang Tepat, Limbah Kayu Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi

Geumerie Ayu • Rabu, 6 Mei 2026 | 22:10 WIB
KARYA SENI: Lalu Surya Bakti tunjukkan aneka kerajinan limbah kayu yang terpajang di rumah produksinya di Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. (Istimewa)
KARYA SENI: Lalu Surya Bakti tunjukkan aneka kerajinan limbah kayu yang terpajang di rumah produksinya di Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

LombokPost – Aroma kayu tua dan kepulan asap halus dari mesin pengampelasan menyelimuti rumah produksi milik Lalu Surya Bakti di Buntimba, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat. Bengkel kerjanya sederhana.

Dari sana, kreativitas bertarung dengan debu kayu untuk melahirkan karya seni bernilai ekonomi tinggi. Tidak hanya diminati pasar dalam negeri, karya tersebut juga dilirik pasar internasional.

Surya, pria kelahiran 1985 ini sebelumnya telah dikenal luas sebagai maestro perajin batok kelapa. Namun, pemilik Surya Mandiri Handycraft ini kini melakukan lompatan besar.

Dia menyulap limbah kayu bekas menjadi produk kerajinan eksklusif.

Baca Juga: Farizon SV, Van Listrik 16-Seater yang Siap Geser Dominasi HiAce dan Elf

Inovasi ini berawal dari kegelisahan Surya melihat banyaknya limbah kayu di sekitar Desa Bonder. Seperti bekas tiang rumah warga yang tidak terpakai, yang biasanya hanya berakhir menjadi kayu bakar.

Surya melihat potensi estetika yang tak dimiliki kayu baru pada tekstur kayu tua tersebut.

“Selain untuk mengurangi limbah, kayu-kayu tua ini punya urat dan kesan artistik yang sangat khas,” tutur Surya.

Meski hanya menggunakan peralatan ukir sederhana seperti pahat, palu kayu, dan mesin bubut manual, Surya mampu menghasilkan produk dengan presisi tinggi. Ruang pamerannya kini dihiasi oleh berbagai produk yang telah dipoles cantik.

Baca Juga: Dapur D’Rice, Nasi Puyung Viral Porsi Kuli di Mataram

Di antaranya, perlengkapan kamar mandi berupa botol sampo kayu eksklusif yang menjadi salah satu produk unggulan.

Peralatan makan dan minum berupa gelas kayu halus dan mangkuk-mangkuk dengan urat kayu alami yang menonjol. Ada juga aksesori artistik berupa koin kayu presisi, asbak, hingga piala berdesain unik.

Dalam sehari, Surya mampu memproduksi sekitar lima hingga enam botol sampo atau tujuh hingga delapan gelas kayu.

Keunikan karya Surya Mandiri Handycraft telah menarik minat luas, mulai dari pasar lokal hingga luar negeri. Saat ini, permintaan pasar didominasi oleh kawasan wisata di NTB.

Baca Juga: BPS NTB Warning TPID Soal Inflasi Kota Bima

Pesanan mengalir deras dari destinasi wisata populer seperti Gili Trawangan, Gili Air, Gili Asahan, hingga kawasan Kuta Mandalika.

Untuk pasar nasional, distribusi produk telah mencakup berbagai wilayah, khususnya untuk kategori plana wood.

Tidak hanya berjaya di dalam negeri, karya artistik ini juga telah melakukan lompatan besar. Produk Surya berhasil menembus pasar internasional, mencakup negara Jepang hingga Benua Afrika.

Ada juga kirim beberapa ke luar daerah untuk plana wood,” tandasnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Medali, Karateka Lombok Barat Bidik Tiket Timnas di Kejurnas Karate 2026

Editor : Akbar Sirinawa
#Surya Mandiri Handycraft #Maestro perajin batok kelapa #limbah kayu #kerajinan #lalu surya bakti