LombokPost – Di tengah menjamurnya berbagai varian kudapan jalanan, hal itu mengindikasikan UMKM NTB terus menghasilkan inovasi produk yang konsisten.
Salah satu pemain lokal yang laik diperhatikan adalah Desega Lombok. Unit usaha kuliner asal Desa Seganteng ini sukses mentransformasi citra cilok menjadi camilan kelas atas dengan komposisi dominan daging.
Berbeda dengan cilok konvensional yang identik dengan dominasi tepung kanji (aci), Desega Lombok mengedepankan kualitas bahan baku sebagai nilai jual utama.
Supri Hartini, pemilik Desega Lombok menjelaskan, produknya dirancang untuk memiliki tekstur dan rasa yang mendekati bakso.
Baca Juga: Dapur D’Rice, Nasi Puyung Viral Porsi Kuli di Mataram
"Kita menjaga kualitas dagingnya. Campurannya tidak terlalu banyak aci, jadi komposisinya dominan daging dan rasanya hampir seperti bakso," ujar perempuan yang akrab disapa Upi ini.
Diferensiasi ini didukung oleh berbagai varian isian inovatif. Di antaranya, urat, telur puyuh, ayam suwir, ayam mercon keju dan jamur. Varian ayam mercon yang menjadi primadona bagi pencinta pedas.
Upi menjelaskan, ia memulai langkah bisnisnya pada tahun 2022. Nama Desega sendiri diambil dari akronim Desa Seganteng.
Desega Lombok berangkat dari modal awal yang relatif kecil, yakni sekitar Rp 500.000. Namun, berkat ketekunan dalam menjaga standar produksi rumahan, bisnis ini kini telah berkembang signifikan.
Baca Juga: Kopinggir, Kedai Kopi Unik Tepian Sawah
Hingga Mei 2026, Desega Lombok telah berhasil mengoperasikan outlet mandiri yang berlokasi di Jalan Majapahit, tepatnya di depan Alfamart Majapahit.
Pertumbuhan usaha ini juga memberikan dampak sosial positif dengan mempekerjakan empat orang karyawan yang berasal dari wilayah Ampenan.
Menghadapi tantangan pasar dan persaingan yang semakin ketat, Upi tidak berhenti pada produk cilok saja.
Sebulan terakhir, Desega Lombok telah meluncurkan sub-brand bertajuk Ngemil Sehat. Inovasi ini menyasar segmen pasar yang lebih peduli pada kesehatan dengan menawarkan aneka hidangan kukus alami.
Baca Juga: Naughty Brownies, Cemilan Sehat Bebas Glutten
Lini bisnis baru ini beroperasi dengan konsep prasmanan mulai pukul 06.00-10.00 Wita. Menyediakan menu seperti ubi ungu, ubi kuning, talas, dan singkong. Selain itu ada protein kukus berupa dada ayam, telur, tahu, dan tempe.
“Ada juga sayuran seperti wortel, buncis, brokoli, dan lainnya,” jelasnya.
Dalam memasarkan produknya, Desega memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Upi juga aktif dalam berbagai komunitas kewirausahaan lokal untuk mendapatkan dukungan pembinaan serta akses pemasaran yang lebih luas. Seperti Lombok Women Preneur Club dan Sahabat UMKM.
Baca Juga: Jarak Tempuh Tembus 420 Kilometer, Chery QQ3 EV Siap Tantang Dominasi Wuling Air EV
"Harapan saya ke depan bisa terus memberikan lapangan pekerjaan bagi banyak orang, bermanfaat untuk orang lain, sekaligus membantu kebutuhan ekonomi keluarga," tandasnya.
Editor : Akbar Sirinawa