Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

QRIS Crossborder di NTB Tumbuh 113,91 Persen

Geumerie Ayu • Senin, 11 Mei 2026 | 22:42 WIB
PERMUDAH TRANSAKSI: Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta (kanan) didampingi KPwBI NTB Hario K Pamungkas menunjukkan bukti transaksi menggunakan QRIS Tap di stan UMKM MotoGP Mandalika, tahun lalu. (BI NTB for Lombok Post)
PERMUDAH TRANSAKSI: Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta (kanan) didampingi KPwBI NTB Hario K Pamungkas menunjukkan bukti transaksi menggunakan QRIS Tap di stan UMKM MotoGP Mandalika, tahun lalu. (BI NTB for Lombok Post)

LombokPost – Data Bank Indonesia (BI) NTB menunjukkan penggunaan QRIS Crossborder mengalami lonjakan tajam dari sisi volume maupun nilai transaksi.

Fenomena ini mempertegas peran digitalisasi dalam memfasilitasi belanja wisatawan mancanegara (wisman).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB Hario K Pamungkas membeberkan, pertumbuhan ini didorong kolaborasi dengan beberapa negara mitra.

Khususnya di Asia seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga Cina.

Baca Juga: Akio Toyoda Blak-blakan! Bos Toyota Masih Pilih Bau Bensin daripada Mobil Listrik

Wisatawan asal Malaysia menjadi kontributor terbesar dalam penggunaan QRIS Crossborder di NTB.

Data tahun 2025 menunjukkan nilai transaksi wisman Malaysia meroket hingga Rp 7,95 miliar, naik signifikan dibandingkan tahun 2024 Rp 3,49 miliar.

"Hal ini sejalan dengan profil wisatawan kita, di mana sekitar 34,83 persen atau 51.097 wisman yang masuk ke NTB berasal dari Malaysia," ujar Hario.

Hario mencatat transaksi dari negara lain masih perlu dipacu. Wisatawan Thailand mencatatkan transaksi sebesar Rp 268 juta, sementara Singapura Rp 173 juta. Padahal, wisman Singapura menyumbang 11,07 persen dari total kunjungan.

Baca Juga: Yayasan Batu Emas Mulai Operasikan SPPG Banyumulek, Layani 1.438 Penerima Manfaat 

Untuk memaksimalkan potensi ini, Bank Indonesia NTB kini tengah melakukan kajian mengenai preferensi belanja turis mancanegara.

Kajian ini bertujuan memetakan pola perjalanan (travel pattern) dan perilaku belanja wisman.

"Kami ingin tahu, orang Malaysia kalau ke NTB mainnya ke mana saja dan belanja apa? Dengan memahami pola ini, kita bisa mendukung mereka dengan kemudahan transaksi cashless melalui scan QR code," jelas Hario.

Diharapkan, dengan sosialisasi yang lebih masif dan kemudahan pembayaran tanpa perlu menukar uang tunai, wisatawan akan merasa lebih nyaman dan terdorong untuk berbelanja lebih banyak.

Baca Juga: Wujud Freelander 8 Terungkap, SUV Listrik Hasil Kolaborasi Chery dan Land Rover Siap Libas Offroad

Berdasarkan data 2025, pertumbuhan QRIS Crossborder di NTB menunjukkan kenaikan volume mencapai 113,91 persen.

Sejalan dengan hal tersebut, nilai transaksi juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 98,92 persen.

Pertumbuhan ini didorong kontribusi besar dari tiga negara asal wisatawan mancanegara (wisman) teratas.

Wisman asal Malaysia mendominasi penggunaan dengan persentase 34,83 persen.  Disusul Singapura sebesar 11,07 persen, dan Inggris dengan kontribusi 9,99 persen.

Baca Juga: Waspada Penipuan Catut Nama Kapolda NTB Jelang Sertijab, Polda Minta Masyarakat Jangan Mudah Percaya

Editor : Akbar Sirinawa
#wisatawan #Bank Indonesia #transaksi #QRIS crossborder #NTB