LombokPost-Paradigma organisasi istri prajurit kini telah bergeser jauh. Di usia yang menginjak 80 tahun, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) tak lagi sekadar dipandang sebagai pendukung pengabdian suami.
Lebih dari itu, organisasi ini telah menjelma menjadi pilar tangguh ekonomi kreatif yang mampu berbicara banyak di level nasional.
Mengusung tema “Persit Kartika Chandra Kirana Mewujudkan Keluarga Tangguh Mandiri dan Berkualitas Menuju Indonesia Emas”, komitmen ini dipertegas melalui inisiatif Persit Bisa 2.
Berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), gerakan ini menjadi panggung bagi para istri prajurit untuk unjuk gigi dan beradaptasi di era digital.
Di Nusa Tenggara Barat (NTB), geliat transformasi ini terasa nyata melalui Persit KCK Koorcab Rem 162 PD IX/Udayana.
Di bawah komando Ketua Persit KCK Koorcab Rem 162 Endang S. Arief organisasi ini tidak hanya memberikan pelatihan dan pendampingan, tetapi juga menyiapkan ekosistem pemasaran yang mumpuni.
Salah satu langkah konkretnya adalah kehadiran Galeri Wira Bhakti 162.
Wadah ini menjadi ruang pamer sekaligus pusat promosi bagi produk-produk kreasi anggota yang memiliki nilai jual tinggi.
"Persit kini menjadi penopang ekonomi yang nyata. Mulai dari skala rumah tangga hingga berdampak pada ekonomi daerah dan nasional," ujar Endang S. Arief.
Saat ini, terdapat tiga produk unggulan yang menjadi buah bibir karena kualitasnya yang premium.
Pertama, Tenun Pringgasela milik Lili Mariana yang menonjolkan orisinalitas motif dan keanggunan warna.
Kedua, kemilau Mutiara Lombok besutan Dwi Istanti yang dikemas menjadi perhiasan cantik.
Baca Juga: Jaksa Jebloskan Mantan Bupati Lombok Tengah Dua Periode ke Penjara Terkait Kasus Penipuan
Terakhir, Tas Ketak karya Baiq Ike Aprilia Musanti yang tampil modis dengan aksen Mutiara Mabe.
Prestasi paling membanggakan muncul dalam ajang nasional Persit Bisa 2. Produk Tenun Pringgasela karya Lili Mariana—istri dari Pelda Nukman, anggota Cabang XXIX Dim 1615/Lotim—berhasil menembus panggung Fashion Show nasional.
Keberhasilan ini menjadi bukti autentik bahwa produk karya anggota Persit dari pelosok NTB memiliki kualitas yang diakui secara luas.
Baca Juga: Mekanisme Pengelolaan APBDes Lombok Tengah Disorot Jaksa
Momentum HUT ke-80 ini menjadi pesan kuat bahwa di balik seragam hijau yang anggun, tersimpan jiwa wirausaha yang inovatif.
Persit KCK Koorcab Rem 162 membuktikan bahwa kemandirian perempuan adalah kunci menuju ketangguhan keluarga dan bangsa.
Editor : Kimda Farida