LombokPost – Tumpukan sampah di kawasan wisata Pantai Bagik Kembar, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, kini tidak lagi dianggap sebagai beban lingkungan.
Melalui inisiatif strategis PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Pelayaran Bahtera Adiguna, limbah pesisir tersebut kini disulap menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat melalui program pengolahan sampah terpadu.
Program Kick Off Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menyasar 45 pelaku UMKM di sekitar wilayah proyek gasifikasi PLTMG Lombok Peaker.
Tujuannya, mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi mengelola sampah secara mandiri dan bernilai ekonomis.
Selama ini, sampah di kawasan wisata Pantai Bagik Kembar cenderung dikumpulkan menjadi satu sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Manajer Komunikasi Korporat dan TJSL PLN EPI Dita Artsana menilai, kondisi tersebut membuat potensi ekonomi dari sampah terbuang percuma.
"Kami memberikan pelatihan agar masyarakat bisa memilah sampah organik dan non-organik. Sampah plastik nantinya disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang, sementara sampah organik diolah menggunakan maggot untuk menghasilkan pupuk organik bernilai ekonomi," ujar Dita.
Dengan metode ini, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang drastis, sekaligus memberikan pendapatan tambahan bagi para pelaku UMKM.
Program pemberdayaan di Pantai Bagik Kembar bukan merupakan aksi satu kali jalan. PLN EPI memastikan akan melakukan pendampingan intensif selama tiga tahun ke depan.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari program penataan kawasan yang telah dimulai sejak tahun 2025 lalu.
"Pada akhir 2025, kami memberikan pelatihan kuliner. Tahun ini, fokusnya adalah pengelolaan sampah terpadu. Persoalan sampah di kawasan wisata membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk edukasi pemilahan sejak dari sumbernya," tambah Dita.
Sebagai destinasi wisata pesisir yang kian populer di Kota Mataram, Pantai Bagik Kembar menghadapi tantangan besar terkait meningkatnya aktivitas kuliner dan perdagangan.
Baca Juga: Iprahumas dan Dikpora NTB Siapkan Pemuda NTB Jadi Agen Perubahan
Langkah PLN EPI yang menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang sehat di mana kebersihan pantai tetap terjaga, namun aktivitas ekonomi UMKM tetap tumbuh.
Melalui pengelolaan sampah terpadu, masyarakat pesisir di Sekarbela kini memiliki peluang untuk menjadi pionir ekonomi sirkular di NTB.
Baca Juga: Langkahkan Kaki di Panggung Nasional, Persit KCK Koorcab Rem 162 Jadi Motor Ekonomi Kreatif
Editor : Pujo Nugroho