LombokPost – Di tengah bayang-bayang tekanan ekonomi global, optimisme justru terpancar dalam Forum Bisnis Daerah yang digelar Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI NTB, Selasa (12/5).
Mengusung tema "NTB Mendunia: Mengangkat Potensi Daerah ke Panggung Nasional", forum ini menjadi panggung bagi para pengusaha muda untuk memetakan strategi di tengah derasnya arus investasi ke NTB.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berpesan pada para kader HIPMI agar tidak hanya berdiam diri melihat pembangunan besar-besaran yang sedang berlangsung di NTB.
Gubernur Iqbal mengakui situasi ekonomi dunia saat ini, yang dipicu oleh konflik geopolitik dan fluktuasi harga energi, memang memunculkan kekhawatiran bagi dunia usaha.
Baca Juga: Mantan PM Thailand Bebas setelah Ditahan Setahun
Namun, ia menekankan bahwa krisis selalu membawa peluang bagi mereka yang jeli melihat celah.
"Saya melihat banyak program dan anggaran pembangunan dari pusat yang masuk ke NTB sekarang ini. Pengusaha muda harus mengambil bagian dari pembangunan itu, jangan jadi penonton," ujar Iqbal.
Menurutnya, sektor pariwisata, pertanian, ekonomi kreatif, hingga industri pendukung event internasional adalah ladang emas yang harus dikelola oleh putra daerah agar manfaat ekonomi tetap berputar di NTB.
Forum ini juga semakin berbobot dengan kehadiran calon Ketua Umum HIPMI, Ade Jona Prasetyo.
Baca Juga: Pecinta Drakor Merapat! Ini 7 Drama Korea Terbaru yang Siap Tayang Mei 2026
Kehadiran tokoh pengusaha nasional ini dimanfaatkan peserta untuk berdiskusi mengenai arah ekonomi nasional serta proyeksi investasi di NTB ke depan.
Iqbal menilai sinergi antara pengusaha daerah dan tokoh nasional sangat penting untuk membuka cakrawala baru, terutama dalam menghadapi tantangan distribusi dan transportasi yang terdampak kenaikan harga minyak dunia.
Ketua BPD HIPMI NTB, Ismed Faturahman Maulana mengatakan, forum ini merupakan bagian dari rangkaian "HIPMI Talk" atau sambung rasa.
Ia mengakui bahwa kondisi dunia usaha saat ini memang tidak sepenuhnya stabil, terutama pada sektor yang berkaitan dengan logistik.
"Memang ada beberapa segmen usaha yang terdampak isu perang dan harga minyak. Tapi di balik itu semua, kami harus survive dan adaptif," jelas Ismed.
Sebagai solusi nyata, HIPMI NTB kini mendorong para anggotanya untuk melakukan diversifikasi usaha.
Langkah membuka peluang bisnis baru di luar bisnis utama dianggap sebagai strategi paling relevan untuk bertahan di tengah ketidakpastian global.
Melalui forum ini, HIPMI NTB berharap jejaring antarpengusaha semakin kuat. Pelaku usaha lokal diharapkan mampu meningkatkan kompetensi agar bisa bersaing secara profesional dan menjadi pemain utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor : Pujo Nugroho