LombokPost – Gelaran tahunan bergengsi Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2026 resmi berakhir dengan menorehkan catatan sejarah baru bagi perekonomian daerah, terutama lonjakan omzet UMKM hingga 64 persen.
Mengusung tema “Harmoni Kreatif Sasambo”, pameran yang berlangsung selama tiga hari (15–17 Mei 2026) di Lombok Epicentrum Mall ini sukses mencatatkan capaian omzet penjualan dan realisasi pembiayaan yang impresif.
Kegiatan strategis ini ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri, didampingi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K Pamungkas, Minggu (17/5).
Ajang ini sekaligus mempertegas komitmen kuat Bank Indonesia dalam menyediakan platform promosi produk unggulan lokal, mulai dari sektor wastra (ready to wear), kriya (kerajinan), home decor, kuliner olahan, hingga komoditas kopi.
Baca Juga: KK-NTB 2026: UMKM Naik Level, Kopi Lokal Go Global
Selama tiga hari pelaksanaannya, antusiasme masyarakat dan wisatawan yang memadati area pameran berbuah manis pada pendapatan para pelaku UMKM.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga hari terakhir pukul 15.30 WITA, total omzet penjualan langsung UMKM sukses menyentuh angka Rp 645.935.077,00.
Angka fantastis ini menunjukkan lonjakan tajam sebesar 64,67 persen jika dibandingkan dengan capaian pada penyelenggaraan KK-NTB 2025 lalu.
Tak hanya dari sektor penjualan ritel, lompatan besar juga terjadi pada aspek akses permodalan.
Realisasi kesepakatan pembiayaan perpajakan dan perbankan melalui program business matching berhasil menembus angka Rp 20,55 Miliar, merangkak naik dari pencapaian tahun lalu yang berada di angka Rp 19,31 Miliar.
Selain itu, sisi religiusitas dan kepedulian sosial juga terekam melalui pengumpulan wakaf produktif senilai Rp 2.418.738,00.
Dana sosial ini dihimpun secara otomatis dari penyisihan 2,5 persen omzet penjualan berbasis transaksi non-tunai (QRIS) selama pameran berlangsung.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB, Hario K. Pamungkas, menyampaikan rasa syukur dan merumuskan tiga pelajaran berharga (lesson learned) utama dari kesuksesan KK-NTB 2026 untuk dijadikan fondasi pengembangan ke depan.
Baca Juga: Karya Kreatif NTB 2026 Tampilkan Enam Coffee Shop Terbaik di Mataram
Pelajaran pertama adalah pentingnya kolaborasi multisektor, di mana kuatnya sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, asosiasi, dan stakeholders terkait menjadi kunci utama kelancaran acara.
Selanjutnya, poin kedua menekankan pada adaptasi teknologi dan pasar, yang menuntut kemampuan UMKM dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan teknologi digital serta selera pasar yang dinamis.
Terakhir, pelajaran ketiga berkaitan dengan konsistensi kualitas, yaitu pentingnya menjaga mutu produk secara konsisten demi menjamin keberlanjutan (sustainability) usaha dalam jangka panjang.
"Penutupan KK-NTB 2026 ini bukan akhir, melainkan momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memajukan ekonomi kreatif daerah. Bank Indonesia berkomitmen penuh melakukan pendampingan berkelanjutan agar UMKM NTB naik kelas dan berdaya saing global," tegas Hario.
Baca Juga: Petugas WiFi di Lombok Tengah Tersengat Listrik hingga Pingsan
Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri memberikan apresiasi pada Bank Indonesia.
Ia memuji konsistensi Bank Indonesia yang tanpa lelah terus membina dan mengorbitkan sektor-sektor krusial seperti wastra, kriya, dan kuliner yang menjadi tiang penyangga pertumbuhan ekonomi masyarakat bawah.
“Pemerintah Provinsi NTB sangat berterima kasih atas komitmen ini. Melalui semangat 'Bersama Kita Kuat, NTB Semakin Jaya', pameran seperti ini terbukti nyata menaikkan kelas produk lokal kita sekaligus menggerakkan sektor riil daerah,” ujar Umi Dinda, sapaan akrabnya.
Berakhirnya KK-NTB 2026 ini, para pelaku UMKM di Pulau Lombok dan Sumbawa diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ini untuk memperluas pasar secara mandiri melalui ekosistem digital yang telah terbentuk.
Editor : Akbar Sirinawa