Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BI NTB Genjot Investasi Energi Hijau dan Sektor Riil

Geumerie Ayu • Senin, 25 Mei 2026 | 20:12 WIB
KOMODITAS UNGGULAN: Mutiara laut, salah satu komoditas unggulan ekspor NTB di showroom mutiara yang ada di Lombok Utara, beberapa waktu lalu. (Ferial/Lombok Post)
KOMODITAS UNGGULAN: Mutiara laut, salah satu komoditas unggulan ekspor NTB di showroom mutiara yang ada di Lombok Utara, beberapa waktu lalu. (Ferial/Lombok Post)

LombokPost – Bank Indonesia (BI) NTB mulai mengarahkan fokus baru pada investasi di sektor energi hijau hingga industri komoditas unggulan lokal. 

Investasi ini dinilai mumpuni dalam menggerakkan roda ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Langkah ini diambil di tengah urgensi NTB memperluas sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar pertambangan dan pertanian.

Baca Juga: Dobrak Standar Flagship, Inilah Spesifikasi Mengerikan Xiaomi 17 Max

Energi hijau menjadi salah satu primadona karena dinilai memiliki daya pikat besar dalam menarik minat investor nasional maupun global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB Hario K Pamungkas mengatakan, akselerasi penguatan investasi ini dikawal ketat melalui Regional Investment Relationship Unit (RIRU).

Skema ini sebagai jembatan strategis antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan calon investor guna mempercepat realisasi proyek potensial di Bumi Gora.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Smartphone Kamera Terbaik 2026, Fitur Zoom dan Night Mode Kian 'Gila' Dekati Spek DSLR

“Melalui wadah RIRU, Bank Indonesia NTB mendorong berbagai investasi strategis di daerah. Mulai dari pengembangan energi baru terbarukan, proyek waste to energy di Kebon Kongok, investasi PLTS di Lombok Tengah, serta penguatan sektor pariwisata, rumput laut, kopi, vanili, tuna, hingga komoditas mutiara,” jelas Hario.

Dalam sektor energi terbarukan, proyek waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi di TPA Kebon Kongok, Lombok Barat, diproyeksikan menjadi solusi ganda bagi daerah.

Selain menjadi jawaban atas persoalan manajemen sampah yang terus meningkat, ini juga diarahkan untuk menghasilkan energi alternatif ramah lingkungan yang bernilai ekonomis.

Baca Juga: Kewajiban Perpajakan bagi Ekspatriat (SPDN WNA)

Sementara itu, wilayah Lombok Tengah bagian Selatan kini mulai dilirik secara serius sebagai hub transisi energi bersih melalui investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kawasan tersebut memiliki keunggulan geografis berupa intensitas paparan sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun.

“Ini menjadikannya sangat potensial didorong sebagai pusat pengembangan energi surya percontohan di kawasan Indonesia (bagian, Red) timur,” sambungnya.

Tak hanya sektor energi makro, BI NTB menaruh atensi besar pada sektor riil yang bersentuhan langsung dengan ekonomi masyarakat bawah.

Baca Juga: Pedas Nikmat Nasi Bejek Viral di Mataram, Pembeli Rela Antre Satu Jam Sebelum Kedai Dibuka

Industri komoditas lokal dinilai memiliki posisi tawar (bargaining position) ekspor yang sangat kuat jika dikelola lewat sistem hulu-hilir yang terintegrasi.

“Seperti komoditas rumput laut, kopi, vanili, tuna, hingga kerajinan mutiara punya potensi besar,” terangnya.

Penguatan modal dan teknologi di sektor ini dinilai penting karena memiliki multiplier effect yang luas. Mulai dari penciptaan lapangan kerja baru, hilirisasi produk agar memiliki nilai tambah, hingga peningkatan pendapatan riil masyarakat lokal.

Baca Juga: BYD Seal 6 DM, Sedan Hybrid Sporty dan Elegan

Di sektor pariwisata, BI NTB mendorong pergeseran paradigma investasi. Investasi tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik hotel atau resor mewah semata.

Namun juga wajib menyasar penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan UMKM penunjang di lingkar destinasi wisata. Tujuannya, agar kue manis pariwisata dapat dinikmati secara inklusif seluruh lapisan masyarakat.

Dorongan investasi masif ini sejalan dengan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi NTB tetap kompetitif dan berdaya tahan (resilient) di tengah tantangan global.

Baca Juga: PNM dan BRI Life Perkuat Literasi Keuangan Nasabah Mekaar di Mataram

Gejolak ketidakpastian ekonomi dunia, tekanan geopolitik, hingga fluktuasi harga komoditas global menjadi alarm bagi daerah memperkuat fondasi ekonomi domestik.

BI NTB menekankan, kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama agar proyek strategis tidak berhenti di tahap perencanaan.

Sokongan penuh dari pemerintah daerah melalui regulasi yang adaptif, kemudahan perizinan, serta jaminan kepastian hukum menjadi faktor penentu untuk merayu investor.

Editor : Akbar Sirinawa
#sektor riil #investasi #komoditas unggulan #bi ntb #energi hijau