LombokPost - Pasar valuta asing domestik bergerak dinamis pada perdagangan awal bulan ini.
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau mengalami fluktuasi yang cukup sengit pada perdagangan Selasa (2/6) pagi.
Berdasarkan data terkini dari Google Finance hingga pukul 10.45 WIB, kurs USD/IDR bertengger di level Rp 17.854,97 per dolar AS.
Posisi ini mencerminkan dinamika pasar yang terus mencari titik keseimbangan baru di tengah sentimen ekonomi global.
Meskipun angka tersebut tergolong tinggi, posisi pada jam perdagangan tersebut sebenarnya menunjukkan adanya penguatan tipis bagi mata uang Garuda.
Dolar AS tercatat melemah sebesar 0,09 persen atau turun sekitar 16 poin jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang sempat bertengger di level Rp 17.871 per dolar AS.
Baca Juga: Permintaan Mutiara Lombok di Pasar Global Meningkat di Tengah Gejolak Kurs Rupiah
Rapor Pergerakan Kurs Dolar AS vs Rupiah Pagi Ini.
Level Tertinggi (Fluktuasi Jam Terakhir): Sempat merangkak naik mendekati Rp 17.880 per dolar AS.
Posisi Terkoreksi (Pukul 10.45 WIB): Berada di kisaran Rp 17.855 per dolar AS.
Posisi Penutupan Sebelumnya: Tercatat di level Rp 17.871 per dolar AS.
Selisih Pelemahan Dolar AS: Turun 0,09% (sekitar 16 poin).
Pasar Masih Berada di Zona Hijau Tipis Pergerakan mata uang Negeri Paman Sam terhadap rupiah dalam satu jam perdagangan terakhir memang terlihat bergerak naik-turun dengan cepat.
Kurs sempat melesat mendekati level psikologis Rp 17.880 per dolar AS, sebelum akhirnya mengalami koreksi teknis dan melandai ke kisaran Rp 17.855 per dolar AS.
Kendati mengalami penguatan tipis pada sesi pagi ini, secara umum nilai tukar rupiah dinilai masih berada di level yang relatif tinggi dan berat terhadap dolar AS.
Situasi ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar, khususnya sektor industri yang bergantung pada impor bahan baku serta para eksportir nasional.
Tekanan kurs yang fluktuatif di level tinggi seperti ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas ekonomi
Editor : Redaksi Lombok Post Online