Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rupiah Tertekan Sentimen Geopolitik dan Inflasi, Ditutup Melemah di Level Rp 17.839

Akbar Sirinawa • Selasa, 2 Juni 2026 | 18:24 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika masih melemah. (jawapos.com)
Nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika masih melemah. (jawapos.com)

 

 

LombokPost-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada penutupan perdagangan Selasa (2/6). Rupiah turun 34 poin atau 0,19 persen ke level Rp 17.839 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik. Sentimen lain datang dari rilis data inflasi Badan Pusat Statistik (BPS).

Dari eksternal, perhatian pasar tertuju pada hubungan Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan, pembicaraan dengan Iran masih berlangsung. Namun, kantor berita Tasnim sebelumnya melaporkan Teheran telah menangguhkan negosiasi tidak langsung dengan Washington.

Trump sempat mengatakan tidak keberatan jika pembicaraan berakhir. Tak lama kemudian, dia mengunggah pernyataan di media sosial bahwa pembicaraan dengan Iran terus berlanjut.

Baca Juga: Generasi Muda Wajib Cerdas Finansial! Bank Indonesia Bersama Kemenkeu, OJK, dan LPS Dorong Anak Muda Kuasai QRIS Hingga Investasi Rupiah

Kepada ABC News, Trump berharap ada kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata. Dia juga berharap Selat Hormuz kembali dibuka dalam pekan depan.

Ibrahim menjelaskan, Lebanon pada Senin mengumumkan gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel. Langkah itu menjadi deeskalasi terbatas dari konflik yang memperparah perang lebih luas dengan Iran.

Menurut Ibrahim, Iran secara efektif menghentikan hampir semua pengiriman non-Iran ke dan dari Teluk sejak perang dimulai. Kondisi itu mencekik sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair global. Harga ikut terdorong naik 50 persen atau lebih.

Baca Juga: Rupiah Dalam Bahaya! Ekonom Celios Prediksi Dolar AS Bisa Tembus Rp 20.000 Akhir Juni, Ini Deretan Penyebabnya!

Sentimen lain datang dari kebijakan tarif Amerika Serikat. Trump pada Senin (1/6) menandatangani proklamasi yang mengubah tarif impor tembaga, aluminium, dan besi, menurut Gedung Putih.

Proklamasi itu menurunkan tarif beberapa peralatan pertanian dari 25 persen menjadi 15 persen. Aturan itu juga menetapkan tarif 15 persen untuk peralatan industri bergerak, seperti buldoser dan forklift.

Gedung Putih mengatakan, ketentuan itu berlaku jika barang diimpor dari negara yang memiliki perjanjian perdagangan dan berhak atas perlakuan itu.

Perubahan tarif berlaku hingga 31 Desember 2027. Kebijakan itu bertujuan mendorong investasi jangka pendek untuk membangun kembali basis industri negara.

Dari dalam negeri, BPS mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi 3,08 persen secara tahunan atau year-on-year pada Mei 2026.

Baca Juga: Rupiah Berfluktuasi Sengit! Sempat Sentuh Level Rp 17.854 Per Dolar AS Pagi Ini, Cek Pergerakan Kurs Terbaru Sekarang!

Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Secara tahun kalender atau year-to-date, inflasi tercatat 1,35 persen. Secara bulanan atau month-to-month, inflasi berada di level 0,28 persen.

Editor : Akbar Sirinawa
#Amerika Serikat #dolar amerika #nilai tukar rupiah #rupiah melemah #Donald Trump