Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rupiah Tembus Rp 18.015 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah, Dunia Usaha Mulai Tertekan

Marthadi • Kamis, 4 Juni 2026 | 11:35 WIB
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

LombokPost - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan dan menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi (4/6). Pelemahan ini menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah pergerakan mata uang Indonesia.

Berdasarkan data Refinitiv pada pukul 09.11 WIB, rupiah berada di posisi Rp18.015 per dolar AS atau melemah 0,42 persen dibandingkan pembukaan perdagangan. Sementara data Google Finance pada pukul 10.42 WIB menunjukkan kurs USD/IDR berada di level Rp18.025,50.

Posisi tersebut sekaligus menjadi level terendah yang pernah dicapai rupiah terhadap dolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat nilai tukar rupiah berada di level Rp17.931 per dolar AS. Tekanan berlanjut hingga perdagangan hari ini seiring menguatnya mata uang AS di pasar global.

Baca Juga: Porprov NTB Tinggal Hitungan Hari, KONI Lobar Sayangkan Anggaran Atlet Belum Cair

Pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal, terutama meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan konflik geopolitik yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia.

Selain itu, data ketenagakerjaan Amerika Serikat turut memengaruhi sentimen pasar. Meskipun terjadi penambahan lapangan kerja, tingkat pengangguran AS dilaporkan meningkat menjadi 4,6 persen. Kondisi tersebut mendorong investor global mencari aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.

Penguatan dolar membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berada dalam tekanan.

Sebelumnya, Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memproyeksikan nilai tukar rupiah sepanjang 2026 berada di kisaran Rp 16.678 hingga Rp17.098 per dolar AS. Namun perkembangan terbaru menunjukkan pelemahan rupiah telah melampaui proyeksi tersebut.

Baca Juga: Sastra Sasak Terancam Hilang, Akademisi Lombok Ubah Cerita Rakyat Jadi Drama Budaya untuk Selamatkan Warisan Leluhur

Dampak pelemahan rupiah mulai dirasakan dunia usaha. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperingatkan sektor manufaktur dan industri teknologi menjadi kelompok yang paling rentan karena masih bergantung pada bahan baku impor.

Kenaikan kurs dolar menyebabkan biaya produksi meningkat karena kebutuhan impor harus dibayar dengan nilai rupiah yang lebih besar. Di sisi lain, perusahaan tidak selalu dapat menaikkan harga jual produk untuk menutup kenaikan biaya tersebut sehingga margin keuntungan berpotensi tergerus.

Sebaliknya, sektor yang berorientasi ekspor seperti pertambangan dan komoditas diperkirakan memperoleh keuntungan tambahan karena pendapatan dalam dolar AS akan menghasilkan nilai konversi rupiah yang lebih besar.

Di tengah tekanan tersebut, wacana dedolarisasi kembali menjadi perhatian. Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi ekonomi dan perdagangan sehingga dampak gejolak nilai tukar dapat diminimalkan.

Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kurs melalui perbankan maupun kanal resmi Bank Indonesia guna mengantisipasi risiko yang ditimbulkan oleh fluktuasi nilai tukar.

Editor : Marthadi
#Rupiah tembus Rp18.000 #Rupiah terlemah #Ekonomi Indonesia 2026 #kurs dolar AS #nilai tukar rupiah