Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penerbangan Scoot Singapura-Lombok Naik Jadi 10 Kali Seminggu, BPPD NTB: Sinyal Positif Pariwisata Mendunia

Nurul Hidayati • Selasa, 9 Juni 2026 | 12:44 WIB
Maskapai Scoot
Maskapai Scoot

LombokPost – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut antusias peningkatan frekuensi penerbangan maskapai Scoot rute Singapura - Lombok menjadi 10 kali dalam sepekan. 

Penambahan jadwal penerbangan tersebut dinilai sebagai indikator positif meningkatnya minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Lombok dan Sumbawa.

Ketua BPPD NTB, Sahlan M Saleh, mengatakan peningkatan jumlah penerbangan internasional tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya promosi yang dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan berbagai pemangku kepentingan di sektor wisata.

Baca Juga: Serbu Malang! Demi Penerbangan Baru, BPPD NTB Pamer 7 Baju Adat di CFD Ijen, Sukses Curi Perhatian Warga Jawa Timur!

Menurutnya, wisatawan yang datang melalui Singapura tidak hanya berasal dari negara tersebut.

Bandara Changi selama ini menjadi salah satu hub penerbangan internasional terbesar di Asia yang menghubungkan berbagai negara di kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika.

Naiknya frekuensi penerbangan Scoot menjadi 10 kali seminggu menunjukkan bahwa Lombok semakin dikenal dan diminati wisatawan internasional.

Baca Juga: Gaspol Pariwisata! Ketua BPPD NTB Dorong Penerbangan Langsung Lombok ke Berbagai Kota Besar Indonesia untuk Dongkrak Kunjungan

"Wisatawan yang datang melalui Singapura bukan hanya warga Singapura. Tetapi juga wisatawan dari berbagai negara yang menjadikan Singapura sebagai titik transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Lombok maupun Sumbawa," ujarnya.

Sahlan menjelaskan, sebagian besar penumpang Scoot tujuan Lombok merupakan wisatawan yang datang untuk berlibur. 

Berdasarkan data yang diterima BPPD NTB, sekitar 90 persen penumpang merupakan wisatawan, sementara 10 persen lainnya melakukan perjalanan untuk kepentingan bisnis maupun kunjungan keluarga.

Baca Juga: BPPD NTB Gencarkan Promosi Pariwisata ke Pulau Jawa

Tingginya minat wisatawan tersebut menunjukkan bahwa promosi destinasi yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir mulai memberikan hasil yang menggembirakan. Lombok dan Sumbawa kini semakin diperhitungkan sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia di pasar internasional.

Selain faktor promosi, peningkatan kunjungan wisatawan juga didorong oleh momentum musim liburan atau high season yang berlangsung pada periode Juni hingga Agustus. 

Meski demikian, BPPD NTB berharap pertumbuhan jumlah penumpang tidak hanya terjadi saat musim liburan, tetapi dapat berlanjut sepanjang tahun.

"Kami akan terus mengoptimalkan promosi bersama pemerintah dan pelaku industri pariwisata agar tren positif ini dapat dipertahankan. Harapan kami, penerbangan Singapura-Lombok ke depan tidak hanya bertahan, tetapi juga meningkat hingga bisa melayani dua kali penerbangan setiap hari," katanya.

Menurut Sahlan, daya tarik Lombok dan Sumbawa saat ini semakin kuat di mata wisatawan mancanegara.

Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut adalah munculnya persepsi bahwa sejumlah destinasi wisata populer, termasuk Bali, sudah semakin padat sehingga wisatawan mulai mencari alternatif destinasi yang menawarkan pengalaman lebih nyaman, alami, dan autentik.

Dalam konteks tersebut, Lombok dan Sumbawa dinilai memiliki keunggulan kompetitif melalui keindahan alam, pantai, budaya lokal, wisata bahari, hingga destinasi kelas dunia seperti Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan Geopark Tambora.

"Lombok dan Sumbawa kini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman wisata berkualitas dengan suasana yang lebih nyaman. Ini merupakan peluang besar yang harus terus dijaga dan dimanfaatkan," ungkapnya.

Lebih jauh, Sahlan menilai perkembangan sektor pariwisata NTB saat ini mulai menunjukkan arah yang sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadikan daerah ini sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

"Misi Gubernur NTB agar daerah ini menjadi destinasi mendunia mulai menunjukkan titik terang. Kami berharap seluruh upaya yang dilakukan pemerintah, industri pariwisata, dan masyarakat dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat NTB," tutupnya.

Peningkatan frekuensi penerbangan internasional tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konektivitas NTB dengan pasar wisata global sekaligus memperluas peluang investasi dan pengembangan ekonomi daerah berbasis pariwisata berkelanjutan. 

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#wisatawan #konektivitas #global #NTB #Pariwisata