Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pertamina Pasok 3.160 Tabung Gas Melon Tambahan ke Dompu

Geumerie Ayu • Senin, 15 Juni 2026 | 09:57 WIB
STOK AMAN: Pertamina Patra Niaga mendistribusikan pasokan elpiji 3 kg sebanyak 3.160 tabung tambahan untuk Kabupaten Dompu, Jumat (12/6). (Pertamina)
STOK AMAN: Pertamina Patra Niaga mendistribusikan pasokan elpiji 3 kg sebanyak 3.160 tabung tambahan untuk Kabupaten Dompu, Jumat (12/6). (Pertamina)

LombokPost – Pada Kamis (11/6), sempat beredar informasi mengenai kesulitan warga di Dompu untuk mendapatkan tabung melon.

Menindaklanjuti hal itu, tim Pertamina Patra Niaga langsung melakukan inspeksi mendalam pada rantai pasokan. Turut disiapkan langkah mitigasi guna menstabilkan kondisi pasar.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi menegaskan, proses penyaluran Elpiji 3 kg berjalan normal sesuai kuota.

Baca Juga: Puluhan IKM Olahan Pangan Lombok Timur Dapat Pelatihan  

Mulai dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) hingga ke tingkat pangkalan resmi.

Berdasarkan hasil pemetaan, lonjakan permintaan ini murni disebabkan faktor musiman dan aktivitas sekunder masyarakat.

Dompu sedang mengalami peningkatan konsumsi seiring masuknya musim tanam, pembukaan lahan pascapanen, dan adanya agenda masyarakat lainnya.

Baca Juga: Jiwa yang Tertukar, Ini 3 Alasan Wajib Nonton Drakor Reborn Rookie

“Kondisi ini juga telah dikonfirmasi Pemerintah Kabupaten Dompu terkait meningkatnya kebutuhan elpiji di sektor pertanian serta adanya indikasi panic buying di tengah masyarakat,” terang Ahad, Sabtu (13/6).

Sebagai langkah solusi cepat, Pertamina Patra Niaga menggelontorkan tambahan pasokan (extra dropping) 3.160 tabung elpiji 3 kg.

Ribuan tabung ini disebar ke pangkalan-pangkalan strategis pada Jumat (12/6).

Baca Juga: Suzuki Fronx Sport Produksi Indonesia Meluncur di Malaysia

Penyaluran darurat ini mempertebal bantalan pasokan. Pada awal Juni 2026, Pertamina juga tercatat telah memasok ekstra kuota 6.520 tabung untuk Dompu.

Dengan demikian, total pasokan tambahan yang diguyur ke Dompu telah mendekati angka 10 ribu tabung.

Selain menambah volume muatan, Pertamina juga menerapkan strategi operasional khusus. Yakni dengan memperpanjang jam kerja atau operasional SPBE daerah setempat.

Distribusi pengiriman juga diprioritaskan penuh menuju kantong-kantong wilayah yang dilaporkan sempat mengalami keterbatasan stok.

Baca Juga: Tank 500 Diesel 4x4 sang Penantang SUV Premium

Guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen akhir, Pertamina memberikan instruksi tegas.

Seluruh jaringan agen dan pangkalan resmi diwajibkan tetap menjual elpiji 3 kg sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Yakni sebesar Rp 18.000 per tabung.

Pangkalan diminta mengutamakan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro.

Baca Juga: Suasana Malam di Kawasan Kuta Mandalika Hidup di Bazaar Kuliner

Pertamina juga meminta peran aktif pangkalan untuk meredam isu liar. Juga mengedukasi warga agar tidak melakukan pembelian berlebihan secara emosional (panic buying).

Masyarakat diimbau untuk selalu bertransaksi di pangkalan resmi Pertamina. Tujuannya agar mendapatkan jaminan kualitas produk, timbangan volume yang akurat, serta harga yang pas sesuai HET.

Titik pangkalan resmi terdekat kini dapat dilacak secara transparan melalui aplikasi atau situs MyPertamina.

Baca Juga: Viral! Tonton Drakor Netflix Terbaru 'Teach You a Lesson' Tentang Aksi Heroik Berantas Perundungan di Sekolah

Sanksi tanpa kompromi juga disiapkan bagi mitra distribusi yang nakal. Sanksi tersebut berkisar dari skorsing pemotongan alokasi pasokan hingga tindakan tegas Pemutusan Hubungan Usaha (PHU). 

 

Editor : Akbar Sirinawa
#lonjakan permintaan #pertamina patra niaga #gas melon #elpiji 3 kg #Dompu