LombokPost – Gelombang digitalisasi di NTB merambah ratusan ribu lapak UMKM. Bank Indonesia mencatat ekosistem mitra dagang digital di NTB mengalami lompatan konsisten.
Jumlah merchant yang menyediakan fasilitas QRIS di NTB merangkak naik secara stabil. Dari angka 431 ribu merchant pada Januari 2026, menjadi 441 ribu pada Februari.
Puncaknya, menembus angka 444 ribu merchant pada penutupan triwulan pertama di Maret.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB Hario K Pamungkas mengatakan, ekspansi ini tidak hanya terjadi pada pertumbuhan merchant. Melainkan berjalan selaras dengan antusiasme masyarakat pengguna.
"Kita ketahui bersama bahwa jumlah merchant maupun pengguna QRIS di NTB itu semakin meningkat," ujar Hario.
Suntikan digitalisasi di level lapak pedagang ini terbukti menjadi stimulus kuat bagi aktivitas ekonomi.
Pertumbuhan merchant berbanding lurus dengan ledakan volume transaksi nontunai pada Maret 2026 meroket di angka 5,7 juta transaksi.
Menariknya, masifnya penyediaan QRIS di meja-meja kasir pedagang NTB kini menjadi senjata ampuh untuk menangkap peluang pasar internasional.
Kesiapan merchant lokal ini membuat para pelancong luar negeri, tak perlu lagi menukarkan uang tunai fisik.
Baca Juga: Ini Alasan Mengapa 5 Variety Show Korea Ini Begitu Adiktif
Terbukti, transaksi QRIS cross-border (antarnegara) dari wisman Malaysia ke NTB melesat tajam. Transaksinya menyentuh Rp 3,72 miliar hanya dalam kurun waktu tiga bulan pertama di tahun 2026.
“Angka triwulan ini bahkan sudah menyamai setengah dari total capaian sepanjang tahun 2025 yang bertengger di angka Rp 7 miliar,” jelasnya.
Makin primanya ekosistem transaksi nontunai dan pulihnya arus pariwisata luar negeri ini juga membawa dampak berantai bagi bisnis keuangan konvensional.
BI NTB mencatat transaksi perdagangan valuta asing (valas) nonbank ikut terkerek naik hingga 27 persen secara tahunan.
Baca Juga: Demokrat Warning Pemkot Mataram Soal Belanja Tak Terduga yang Cuma Terserap 37 Persen!
Editor : Akbar Sirinawa