Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gubernur Miq Iqbal: Kebijakan Perikanan Harus Berdasarkan Data

R
Penulis: Redaksi❯
PERIKANAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat membuka pertemuan tahunan Komite Pengelola Bersama Perikanan (KPBP) ke-1 di Mataram, Selasa (30/6). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)
PERIKANAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat membuka pertemuan tahunan Komite Pengelola Bersama Perikanan (KPBP) ke-1 di Mataram, Selasa (30/6). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, Provinsi NTB memiliki posisi strategis dalam pengembangan perikanan nasional.

Untuk mengembangkan potensi perikanan tersebut diperlukan kebijakan yang berbasis data (evidence-based policy).

Menurut Gubernur Miq Iqbal, kekayaan sumber daya laut hanya dapat dikelola secara berkelanjutan apabila didukung data yang akurat, kolaborasi multipihak, dan tata kelola yang berpihak kepada nelayan.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Miq Iqbal saat membuka pertemuan tahunan Komite Pengelola Bersama Perikanan (KPBP) ke-1 di Mataram, Selasa (30/6).

Sebagai provinsi yang berada pada dua Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), yakni WPP 573 di Samudra Hindia dan WPP 713 di Laut Flores, NTB memiliki potensi kelautan yang sangat besar.

Advertisement

Namun besarnya potensi tersebut juga menghadirkan tantangan yang tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah sendiri.

“Ini adalah show of willingness dari kami bahwa kami ingin bergandengan tangan, bekerja sama, dan berkoordinasi dengan seluruh sektor, baik pemerintah, civil society, akademisi, maupun para pelaku usaha. Kita memiliki visi bersama untuk membangun pengelolaan perikanan NTB yang lebih baik,” ujarnya.

Gubernur Miq Iqbal mengungkapkan bahwa persoalan paling mendasar yang dihadapi sektor kelautan dan perikanan saat ini adalah masih terbatasnya data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan. Akibatnya, berbagai program sering kali tidak memberikan dampak yang optimal.

“Kami tidak ingin membuat kebijakan berdasarkan insting atau perasaan. Yang ingin kita bangun adalah kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy). Sehingga setiap keputusan benar-benar lahir dari data yang valid dan mampu menjawab persoalan masyarakat," tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Gubernur Miq Iqbal mengajak perguruan tinggi, organisasi non-pemerintah (NGO), lembaga riset, dan seluruh pemangku kepentingan membangun sistem data perikanan yang lebih akurat.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

KNEKS Perkuat Posisi Indonesia Sebagai Pusat Syariah Dunia, KNEKS Jinjing Instrumen Baru SRIA untuk Bidik Sektor Riil Global

KNEKS Perkuat Posisi Indonesia Sebagai Pusat Syariah Dunia, KNEKS Jinjing Instrumen Baru SRIA untuk Bidik Sektor Riil Global

KNEKS perkenalkan instrumen investasi baru SRIA guna dorong daya saing industri keuangan syariah Indonesia global.

Listrik yang Terang, Transisi Energi yang Adil

Listrik yang Terang, Transisi Energi yang Adil

Listrik telah menjadi bagian yang begitu dekat dengan hidup kita, sampai terkadang kita lupa bahwa di balik setiap energi yang kita gunakan.

Data Akurat, Pembangunan Tepat Sasaran: Lombok Barat Perkuat Satu Data

Data Akurat, Pembangunan Tepat Sasaran: Lombok Barat Perkuat Satu Data

Pemenuhan prinsip Satu Data Indonesia, mulai dari standar data, metadata, interoperabilitas, hingga penggunaan kode referensi dan data induk

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer