LombokPost – Industri hotel di Mataram semakin agresif membuka ruang pasar baru bagi produk lokal.
Salah satunya, Hotel Lombok Astoria yang berencana menggelar bazar UMKM Agustus mendatang.
Berkolaborasi dengan Disperindag NTB, hotel ini bertransformasi menjadi menjadi etalase komersial bagi para pelaku UMKM.
Baca Juga: Antisipasi Banjir, PMI Lombok Barat Uji Sistem Peringatan Dini Libatkan 120 Warga di Sekotong
Melalui kolaborasi ini, manajemen hotel membidik kurasi produk unggulan mitra binaan pemerintah.
Produk UMKM tersebut nantinya akan dipromosikan langsung ke para pelancong yang menginap.
"Kami mengapresiasi komitmen Hotel Lombok Astoria yang bersedia memberikan ruang bagi produk-produk lokal," ujar Kepala Disperindag NTB Lalu Wiranata.
Baca Juga: BTS dan LE SSERAFIM Jadi Penampil Utama Event 2026 iHeartRadio Music Festival di Las Vegas
Secara ekonomi bisnis, pemanfaatan lobi dan fasilitas hotel sebagai ruang pamer produk kreatif menguntungkan kedua belah pihak.
Bagi industri perhotelan, kehadiran produk otentik lokal akan memperkuat nilai jual pariwisata berbasis kearifan lokal. Bagi UMKM, ini adalah karpet merah untuk menaikkan kelas produk mereka.
Wiranata menegaskan, pelibatan UMKM dalam bazar Agustus nanti akan melewati filter standardisasi mutu yang ketat.
Baca Juga: Jaksa Kantongi Hasil Audit Dana Hibah PKK Dompu
Targetnya tidak lagi sekadar transaksi retail sesaat. Hal tersebut membuka peluang kontrak kerja sama bisnis jangka panjang antara perajin hulu dan manajemen hotel.
Inisiatif swasta ini dinilainya sejalan dengan visi NTB Makmur Mendunia. Yakni menempatkan pemberdayaan sektor industri kreatif penunjang pariwisata sebagai pilar utama pertumbuhan PDRB daerah.
General Manager Hotel Lombok Astoria Helmi Junaidi mengatakan, bazar UMKM digelar Agustus mendatang.
Pihaknya mengharapkan dukungan Disperindag NTB untuk menghadirkan pelaku UMKM binaan.
Baca Juga: The City ARIRANG LONDON, BTS Bersiap Kuasai Kanvas Komersial Premium Eropa
Kolaborasi ini diharapkan memicu efek domino bagi hotel-hotel berbintang lainnya di Pulau Lombok.
Sehingga ikut membuka pintu pasar bagi produk kriya dan pangan lokal. Sekaligus memastikan perputaran uang dari sektor pariwisata mengalir langsung ke kantong masyarakat bawah.
Editor : Akbar Sirinawa