LombokPost - Gelaran MotoGP Mandalika 2026 baru akan dihelat tiga bulan lagi. Namun, tingkat keterisian akomodasi di kawasan inti The Mandalika sudah meroket. Mandalika Hotel Association (MHA) mencatat, lebih dari 70 persen kamar hotel di kawasan tersebut saat ini sudah ludes dipesan.
Mayoritas pemesanan dilakukan oleh tim balap, kru media internasional, pihak sponsor, dan pemegang hak komersial MotoGP. Sementara sisa kamar yang masih kosong didominasi oleh hotel-hotel baru. “Sisanya yang belum terisi itu rata-rata karena hotelnya baru muncul,” ungkap Ketua MHA Samsul Bahri, Senin (6/7).
Baca Juga: MGPA Kejar 200 Ribu Penonton MotoGP Mandalika
Samsul menjelaskan, para kru dan tim balap memiliki tren memesan kamar setahun sebelumnya demi efisiensi operasional dan kedekatan akses menuju sirkuit. Bahkan, mayoritas dari mereka memilih kembali menginap di hotel yang sama karena faktor kenyamanan dan standar pelayanan yang sudah teruji.
Kondisi ini membuat ketersediaan kamar bagi penonton umum di kawasan inti Mandalika menjadi sangat minim. Samsul menyarankan agar calon penonton yang ingin menginap di sekitar sirkuit segera melakukan pemesanan sejak dini untuk mengamankan kamar dan mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
Baca Juga: Nikmati Dimsum Sepuasnya di Pullman Lombok
Melihat ketatnya persaingan kamar di Mandalika, MHA mendesak pemerintah daerah segera memperkuat promosi akomodasi di luar kawasan inti. Pemerintah diharapkan menyediakan pusat informasi terpadu yang memuat data realisasi ketersediaan kamar di seluruh Pulau Lombok.
“Informasi yang disajikan harus lengkap, mulai dari hotel bintang lima hingga homestay. Jadi penonton memiliki banyak pilihan menginap yang sesuai dengan isi kantong mereka,” terang General Manager JM Hotel ini.
Langkah ini dinilai penting agar dampak ekonomi MotoGP dapat dirasakan merata oleh pelaku usaha kecil, termasuk penyedia vila dan homestay berbasis masyarakat di luar ring satu sirkuit.
Baca Juga: DPRD Loteng Sentil Tata Kelola Aset
Samsul mengingatkan, para pelaku industri perhotelan untuk tetap menjaga kualitas pelayanan dan tidak menaikkan tarif secara ugal-ugalan.
“Menjaga citra Mandalika sebagai destinasi kelas dunia jauh lebih penting demi memastikan wisatawan mau kembali berkunjung di luar momentum balapan,” terangnya.
Sementara dari sisi infrastruktur balap, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola, memastikan Sirkuit Internasional Mandalika sudah siap sepenuhnya untuk menggelar balapan. Ananda menegaskan tidak ada pembenahan skala besar pada fasilitas penunjang sirkuit tahun ini.
Langkah efisiensi anggaran menjadi salah satu alasan fokus pengerjaan hanya diarahkan pada aspek-aspek utama penentu kelancaran balapan. “Pekerjaannya meliputi pengecatan ulang area lintasan, road stop, race control, hingga pembersihan atap di beberapa bagian,” jelas Ananda.
Baca Juga: Volume Sampah Tembus 5 Ton per Hari di Mandalika
Terkait keluhan dan permintaan penonton mengenai penambahan atap pada tribun terbuka, mantan pembalap nasional ini mengakui hal tersebut menjadi catatan penting bagi manajemen ke depan. Namun, untuk edisi MotoGP 2026, rencana tersebut belum bisa direalisasikan. “Tapi itu tetap jadi catatan kami ke depan,” tegasnya.
Dengan kesiapan sirkuit yang matang dan tingginya animo pemesanan hotel, MGPA optimis MotoGP Mandalika tahun ini akan berlangsung lebih meriah dan mampu menyedot volume penonton yang lebih besar.
Editor : Akbar Sirinawa