LombokPost – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 resmi dibuka di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, Jumat (10/7).
Perhelatan akbar ini tidak sekadar menjadi ajang literasi semu, melainkan motor penggerak riil dengan target agregasi kapital skala makro.
Gelaran ini mempertemukan kantor perwakilan Bank Indonesia dari 22 provinsi se-KTI.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB, Hario K Pamungkas mengatakan, penunjukan NTB sebagai tuan rumah merupakan momentum emas untuk memperkuat mata rantai nilai halal (halal value chain).
Kolaborasi lintas sektoral ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif, tangguh dari gejolak inflasi, serta berdampak langsung pada kesejahteraan pelaku usaha di tingkat akar rumput.
Baca Juga: BTS Hadapi Gugatan Plagiarisme di AS, Bighit Music Sebut Itu Klaim Sepihak
Sinyal positif tersebut disambut optimistis oleh Pemerintah Provinsi NTB. Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan penunjukan tuan rumah tersebut.
Pemprov berkomitmen penuh untuk mendorong produk-produk unggulan daerah agar naik kelas melalui standardisasi halal modern.
"Kami berharap FESyar KTI 2026 ini melahirkan kemitraan baru yang strategis. Ini adalah momentum tepat bagi pelaku usaha lokal di NTB untuk memanfaatkan teknologi digital dan inovasi produk, sehingga komoditas kita tidak hanya jago kandang di tingkat nasional, tetapi memiliki daya saing yang diperhitungkan di pasar global," kata Abul Chair.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa akselerasi Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) regional tidak lagi bisa digerakkan dengan metode konvensional.
Baca Juga: MBG Libur, Harga Telur dan Daging Ayam Turun
Transformasi digital mutlak diperlukan untuk memotong sekat birokrasi pasar dan memperluas rantai pasok halal secara berkelanjutan.
"Teknologi membuka peluang besar, namun sinergi yang akan memperkuat langkah kita. FESyar KTI tahun ini menjadi ruang kolaborasi konkret untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah yang mandiri dan memiliki basis komoditas yang jelas," urai Destry.
Rapor hijau langsung dicatatkan panitia pada hari pertama pembukaan dari sektor peningkatan literasi makro.
Tercatat sebanyak 3.223 peserta dari berbagai penjuru wilayah timur Indonesia terdaftar dalam Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional, menembus angka 124 persen dari target awal yang dicanangkan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari besarnya dukungan infrastruktur pameran yang dibawa langsung oleh 19 Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-KTI.
Baca Juga: Empat Tahun Pacaran, IU dan Lee Jong Suk Resmi Putus
Dalam perhelatan ini, Bank Indonesia juga secara agresif membidik realisasi pembiayaan syariah baru hingga menembus angka Rp11 miliar melalui instrumen business matching dan penguatan keuangan sosial syariah.
Target ambisius tersebut kian diperkuat dengan ekspektasi transaksi retail langsung pada sektor UMKM dan pelaku usaha syariah yang dipatok minimal sebesar Rp 1,5 miliar sepanjang tiga hari pelaksanaan acara.
Dalam kegiatan ini, hadir 19 booth UMKM binaan premium, 111 produk Halal Mart, 34 booth kuliner khas, 11 booth perbankan syariah, 6 lembaga wakaf, serta 4 halal center yang siap memfasilitasi sertifikasi produk lokal.
Editor : Akbar Sirinawa