Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MBG Libur, Harga Telur dan Daging Ayam Turun

S
Penulis: Supardi❯
BELI TELUR: Sejumlah Ibu-ibu sedang memilih telur di stand BUMDes Desa Lendang Nangka Utara saat kegiatan pasar murah di halaman kantor desa.
BELI TELUR: Sejumlah Ibu-ibu sedang memilih telur di stand BUMDes Desa Lendang Nangka Utara saat kegiatan pasar murah di halaman kantor desa.

Advertisement

LombokPost-Berhentinya program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah menurunkan harga sejumlah bahan pokok di Lombok Timur, terutama telur dan daging ayam. Dinas Perdagangan Lotim menyebut penurunan harga dipicu merosotnya permintaan pasar.

“Laporan dari petugas di pasar-pasar memang sejak tidak beroperasinya MBG ini, sejumlah bahan pokok mulai turun. Terutama yang dibutuhkan sebagai menu MBG,” terang Kepala Dinas Perdagangan Lotim Hadi Fathurahman, Jumat (10/7).

Kata dia, komoditas yang mengalami penurunan harga cukup drastis ialah telur dan daging ayam. Penurunan terjadi secara menyeluruh di Lotim.

Namun, kondisi itu dinilai sebagai hukum pasar. Ketika permintaan turun, harga juga turun. Sebaliknya, harga akan naik ketika permintaan meningkat.

“Harga telur sekarang berdasarkan laporan di Pasar Pancor per hari ini sebesar Rp 45 ribu per tray. Yang sebelumnya sampai Rp 50 ribu lebih. Daging ayam sekarang harganya Rp 35 ribu per kilogram. Kalau sebelumnya sampai Rp 40 ribu. Bahkan lebih juga,” katanya.

Advertisement

Sementara itu, peternak asal Kecamatan Masbagik Rozi menyampaikan, harga telur saat ini sebenarnya masih dalam kondisi normal. Meskipun terjadi penurunan harga akibat liburnya program MBG dalam beberapa minggu terakhir.

“Sebenarnya harga saat ini Rp 45 hingga Rp 48 ribu per tray ini adalah harga normal. Memang semenjak ada MBG harga telur kerap naik. Misalnya saat MBG beroperasi harga telur sampai Rp 55 ribu,” katanya.

Ia menegaskan, harga telur saat ini tidak anjlok, tetapi kembali normal. Penurunan harga terjadi akibat kelebihan pasokan. Kondisi itu dipicu munculnya banyak peternak baru yang belum memiliki pasar dan hanya mengandalkan MBG.

Bagi peternak yang sudah memiliki pasar tetap, berhentinya program MBG tidak terlalu berpengaruh. Rozi masih menjual telur dengan harga Rp 47 ribu hingga Rp 48 ribu per tray. Sementara peternak lain menjualnya seharga Rp 45 ribu, bahkan kurang.

“Saya sekarang masih jual dengan harga biasa, tidak ikut nurunin harga. Dulu harga telur selalu stabil. Kalau naik, naiknya hanya seribu, dua ribu. Begitu juga kalau turun,” tandasnya.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Di Tengah Isu Korupsi dan TPPU yang Diusut Polri, Jampidsus Pastikan Penyidikan Kasus MBG Jalan Terus

Di Tengah Isu Korupsi dan TPPU yang Diusut Polri, Jampidsus Pastikan Penyidikan Kasus MBG Jalan Terus

Jampidsus Febrie Adriansyah memastikan tetap mengusut tata kelola anggaran MBG meski dirinya dikaitkan dengan kasus yang ditangani Polri.

Mori Hanafi Diserang Isu Monopoli MBG, NasDem NTB Siapkan Langkah Hukum  

Mori Hanafi Diserang Isu Monopoli MBG, NasDem NTB Siapkan Langkah Hukum  

DPW Partai NasDem NTB membantah keras tudingan yang menyebut Ketua DPW NasDem NTB  Mori Hanafi memonopoli pengelolaan puluhan dapur MBG.

Sekda Lotim Sebut Dampak MBG, Perputaran Uang Hingga Rp 132 Miliar

Sekda Lotim Sebut Dampak MBG, Perputaran Uang Hingga Rp 132 Miliar

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur M Juaini Taofik menyebutkan keberadaan program Makan Bergizi Gratis membuat perputaran uang signifika

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer