Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Fesyar KTI 2026 Targetkan Omzet Business Matching Pembiayaan Rp 11 Miliar dan Produk UMKM Rp 1,5 Miliar

Geumerie Ayu • Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:07 WIB
TRANSAKSI: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (pegang ponsel) saat bertransaksi di salah satu booth produk UMKM kantor perwakilan Bank Indonesia saat pembukaan FESyar KTI 2026 di atrium Lombok Epicentrum Mall, Jumat (10/7).
TRANSAKSI: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (pegang ponsel) saat bertransaksi di salah satu booth produk UMKM kantor perwakilan Bank Indonesia saat pembukaan FESyar KTI 2026 di atrium Lombok Epicentrum Mall, Jumat (10/7).

LombokPost – Gelaran Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2026 resmi dibuka di Lombok Epicentrum Mall (LEM), Kota Mataram, Jumat (10/7).

Dalam perhelatan akbar ini, Bank Indonesia se-KTI yang menetapkan target business matching pembiayaan menembus angka Rp 11 miliar.

Selain business matching, Bank Indonesia juga menetapkan target omzet penjualan retail langsung senilai Rp 1,5 miliar sepanjang tiga hari pelaksanaan acara. Menariknya, integrasi ekonomi syariah tidak lagi sekadar menyentuh sektor pangan.

Kini, integrasi tersebut telah merambah pada standarisasi rantai pasok (halal value chain) industri sekunder.

Baca Juga: Menikmati Indahnya Pantai Mutiara Desa Pulau Kaung

Termasuk tren modifikasi kendaraan, aksesori, hingga pembiayaan syariah berbasis keadilan dan kepastian aset.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB, Hario K Pamungkas menegaskan, Fesyar KTI 2026 menjadi momentum strategis bagi 22 provinsi yang dikoordinasikan 19 KpwBI untuk unjuk gigi.

 "Sinergi hulu-hilir ini didukung penuh oleh belasan booth pembiayaan perbankan syariah dan ratusan UMKM unggulan. Kami tidak hanya menggelar seremonial, tetapi menyuntikkan target omzet riil untuk menguji ketangguhan pasar lokal," jelas Hario.

Kegiatan Fesyar KTI 2026 ini diikuti 19 booth tenant UMKM KPwBI di Kawasan Timur Indonesia. Terdapat 111 produk UMKM di Halal Mart, 34 booth kuliner khas kawasan timur, 11 booth pembiayaan perbankan syariah, enam lembaga wakaf dan empat halal center.

Baca Juga: FESyar KTI 2026 Resmi Dibuka, Bank Indonesia Perkuat Sinergi Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

“Dalam upaya untuk memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di kawasan timur Indonesia akan dituangkan atau sudah dituangkan ke dalam empat program unggulan utama dalam penyelenggaraan FESyar KTI tahun 2026 ini,” terangnya.

Empat program unggulan tersebut di antaranya, AKBAR (Akselerasi Kemandirian Bisnis Pesantren Berkelanjutan), BARAKAH (Bina Rantai Komunitas Halal untuk Ekspor), AMANAH (Akselerasi Menuju Sertifikasi dan Ekosistem Halal) dan MAHAR (Mobilisasi Aset Halal Menuju Akselerasi Wakaf).

Selain itu juga dilaksanakan talkshow dan seminar economic forum. Di antaranya, wakaf goes to campus, syariah financing forum, talkshow branding halal dan halal lifestyle, talkshow modest fashion hingga seminar flagship economic forum.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan data strategis Indonesia menduduki peringkat nomor empat di dunia dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah global.

“Pertumbuhan produk halal pada triwulan I-2026 meroket di angka 6,21 persen, melampaui pertumbuhan PDB nasional yang tertahan di level 5,6 persen,” ujarnya.

Destry menilai kegiatan FESyar KTI perlu digelar agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik untuk ekonomi keuangan syariah di global. Sehingga peran Indonesia bisa terus diingkatkan lagi ke depan.

Baca Juga: Perpaduan Estetis Kopi dan Matcha ala Ratih Coffee, Tawarkan Petualangan Rasa Unik yang Kontras

“Jangan lupa, kita nggak bisa bekerja sendiri-sendiri. Demikian juga Bank Indonesia. Sinergi itu perlu terus kita tingkatkan. Apakah dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Dekranasda, akademisi, masyarakat, hingga asosiasi.

“Mari kita bersama-sama kita bergandengan tangan untuk bersama-sama meningkatkan atau mengakselerasi ekonomi keuangan syariah yang tentunya kita menggunakan teknologi yang ada,” ajaknya.

Perhelatan FESyar KTI 2026 ini ditegaskannya bukan hanya bersifat seremonial. Ada omzet yang ditetapkan. Untuk business matching sebesar Rp 11 miliar dan penjualan produk UMKM binaan Rp 1,5 miliar.

“Apakah bisa? Harus bisa ya. tentunya bekerja sama dengan sinergi, saya yakin ini akan bisa,” tandasnya.

Baca Juga: Bupati Tegaskan Komitmen Jaga Sembalun

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Abdul Choir mengapresiasi penggunaan teknologi digital untuk memperluas pasar industri kreatif daerah.

Ia menganalogikan ketangguhan ekonomi syariah dengan filosofi motif tenun Bima yang melambangkan kesabaran dan kekuatan dalam merajut kesuksesan usaha.

"Tidak ada industri besar yang lahir dalam semalam. Para pengusaha muda di sektor transportasi dan komoditas harus jeli memanfaatkan transformasi digital untuk memotong rantai komisi yang panjang, sekaligus memperkenalkan produk penunjang gaya hidup ramah muslim ke pasar global," pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#FESyar KTI 2026 #UMKM #omzet #Business Matching #Bank Indonesia