Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tenun Lombok Utara Sukses Curi Perhatian pada Puncak HUT ke 46 Dekranas di Makassar

Geumerie Ayu • Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:04 WIB
TERPUKAU: Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming (kiri) saat mengunjungi sekaligus membeli kain tenun Lombok Utara di stan Dekranasda NTB dalam kegiatan puncak HUT ke 46 Dekranas di Makasar, Jumat (10/7).
TERPUKAU: Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming (kiri) saat mengunjungi sekaligus membeli kain tenun Lombok Utara di stan Dekranasda NTB dalam kegiatan puncak HUT ke 46 Dekranas di Makasar, Jumat (10/7).

LombokPost – Produk ekonomi kreatif dan industri kerajinan kriya asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali membuktikan taringnya di panggung nasional.

Dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang dirangkai dengan Pameran Kriya dan Wastra se-Indonesia di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (10/7), wastra unggulan NTB ini sukses memikat jajaran elite pusat.

Apresiasi tertinggi datang langsung dari Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming. Saat melakukan inspeksi dan kunjungan kerja ke stan pameran Dekranasda Provinsi NTB.

Selvi secara khusus mengagumi detail geometris dan keaslian kain tenun khas Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Baca Juga: Mengaspal di NTB, Mobil Pindad Garuda MV3 Curi Perhatian Masyarakat

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap hilirisasi industri kreatif daerah, kain tenun otentik tersebut langsung diborong bersama sejumlah suvenir kriya NTB lainnya untuk dijadikan koleksi resmi.

Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal yang memimpin langsung delegasi NTB menegaskan, momentum emas ini tidak sekadar menjadi ajang promosi visual.

Kehadiran NTB dalam forum yang disesaki lebih dari 3.000 pelaku industri kreatif se-Nusantara ini merupakan langkah taktis untuk menyerap cetak biru (blueprint) pembinaan UMKM yang berbasis pada kualitas berkelanjutan.

"Hari ini kami membawa pulang banyak pembelajaran strategis. Sesuai arah pusat, Dekranasda di daerah didorong untuk merombak pola kerja, tidak boleh lagi sekadar menjadi penyelenggara seremonial atau event organizer, melainkan wajib bertindak sebagai pendamping teknis, pembina, sekaligus fasilitator hulu-hilir bagi para perajin," jelasnya.

Baca Juga: Fesyar KTI 2026 Targetkan Omzet Business Matching Pembiayaan Rp 11 Miliar dan Produk UMKM Rp 1,5 Miliar

Dalam pidato arahannya, Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming memang menekankan perlunya pergeseran paradigma pembinaan.

Dekranas pusat menggarisbawahi bahwa persoalan klasik perajin di daerah terletak pada standardisasi desain produk, lemahnya kualitas kemasan, serta minimnya akses pembiayaan dan digitalisasi pasar.

Merespons hal tersebut, Dekranasda NTB berkomitmen untuk bergerak lebih sistematis mengurai rantai masalah tersebut.

Mengingat NTB memiliki tabungan talenta tersembunyi (hidden talent) yang melimpah di sektor tenun dan kriya, ruang konsultasi yang dibuka oleh Dekranas Pusat akan dimanfaatkan secara masif guna menyusun kalender pembinaan yang terukur agar produk lokal mampu menembus pasar ekspor.

Langkah taktis Dekranasda tersebut disokong penuh birokrasi pemerintahan NTB. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB Lalu Wiranata menjelaskan, partisipasi di Makassar merupakan bagian dari operasi pasar luar daerah untuk membangun jejaring pemasaran antar-provinsi.

Guna memastikan produk hasil kurasi pameran nasional ini memiliki wadah hilirisasi yang menetap di daerah, Disperindag NTB tengah memperkuat transformasi fungsional 'Bale Kita'.

Baca Juga: Kian Maskulin, Suzuki Rilis Aksesori Baru Jimny

Fasilitas strategis ini diproyeksikan bertindak sebagai rumah bersama sekaligus hub agregasi bagi seluruh produk kriya, wastra, hingga olahan pangan unggulan yang diproduksi oleh para petani, peternak, dan perajin dari seluruh kabupaten/kota se-NTB.

"Sejalan dengan visi akselerasi ekonomi makro pemerintah daerah, kami ingin memastikan ada kenaikan kelas yang konkret dari setiap lapak perajin kita. Sinergi ketat antara Disperindag dan Dekranasda akan fokus pada pemenuhan aspek mutu dan kemudahan akses pasar global, sehingga tenun dan kriya NTB tidak lagi dipandang sebelah mata di rantai pasok dunia," pungkas Wiranata.

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Tenun Lombok Utara #HUT ke 46 Dekranas #kriya #Dekranasda NTB #dekranas