LombokPost – Koperasi Serba Usaha (KSU) Laskar Semut Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Mataram membuktikan diri sebagai salah satu entitas ekonomi akar rumput yang sehat.
Hal ini ditegaskan melalui kesuksesan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Buku Tabungan 2025 di Mataram, Rabu (15/7).
Pelaksanaan RAT ini bukan sekadar agenda seremonial gugur kewajiban institusi. Kegiatan ini menjadi bukti transparansi manajemen yang berhasil memikat kepercayaan lembaga perbankan pelat merah, Bank NTB Syariah.
Sinergi ini dirangkaikan dengan langkah pembukaan keran pembiayaan mikro syariah baru bagi 75 perwakilan anggota pedagang yang hadir.
Baca Juga: Percepatan BPR Pesisir Akbar Bima Gabung ke BPR NTB
Ketua APKLI Kota Mataram Syahidin menyatakan, kepatuhan koperasi dalam menggelar RAT menjadi rapor hijau yang krusial.
Kepercayaan perbankan tidak akan bisa diraih tanpa adanya akuntabilitas internal organisasi yang sehat.
"Esensi dari gerakan Laskar Semut ini mengakar kuat pada falsafah leluhur Sasak, yaitu Beriuk Saling Anton dan Besopok Jari Sekeq. Artinya, kami saling mengangkat harkat ekonomi bersama-sama dengan meleburkan modal komunal ke dalam satu wadah,” jelasnya.
“RAT yang berjalan lancar ini menjadi pondasi dasar bagi kami untuk melangkah lebih jauh, memudahkan seluruh anggota mengakses suntikan dana segar dari kas koperasi maupun perbankan syariah," tegas Syahidin.
Baca Juga: Dorong Inovasi Aplikatif, BRIDA NTB Siapkan Stimulus Rp30 Juta untuk Peneliti Muda
RAT KSU Laskar Semut APKLI Mataram ini dihadiri perwakilan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kota Mataram dan Bank NTB Syariah.
Hadirnya para pemangku kebijakan ini dimanfaatkan untuk menggelar sosialisasi produk pendanaan dan skema pembiayaan bersubsidi yang ramah bagi pelaku usaha mikro.
Selama ini, kendala terbesar PKL perkotaan saat ingin menaikkan kelas usaha adalah benturan persyaratan perbankan yang rumit.
KSU Laskar Semut kini resmi bertindak sebagai penjamin sekaligus inkubator bisnis yang menjembatani kebutuhan likuiditas anggotanya dengan produk pembiayaan syariah yang bebas dari jerat riba.
Keberhasilan KSU Laskar Semut menjaga performa bisnis juga mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kota Mataram.
Tertibnya pelaksanaan RAT ini menempatkan KSU Laskar Semut sejajar dengan lembaga keuangan profesional lainnya di NTB.
“Pihak Bank NTB Syariah Cabang Jempong pun memastikan komitmennya untuk membuka akses permodalan yang lebih longgar bagi anggota koperasi yang telah terverifikasi aktif,” terangnya.
Ke depannya, KSU Laskar Semut APKLI Kota Mataram tidak lagi sekadar menjadi tempat arisan modal. Koperasi ini telah berkembangmenjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan kota yang modern, mandiri, dan mapan menjamin kesejahteraan jangka panjang anggotanya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post