Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penarikan Pajak Air Permukaan di NTB Terganjal Pengadaan Water Meter

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Seorang warga mencuci muka menggunakan air keran yang ada di rumahnya. (IVAN/LOMBOK POST)
Seorang warga mencuci muka menggunakan air keran yang ada di rumahnya. (IVAN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Pemprov NTB terus mengupayakan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), melalui optimalisasi pajak air permukaan.

“Sumber pajak ini juga sudah kami cantumkan di revisi perda PDRD (Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Red),” terang Kepala Bidang Pajak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB Hamid Fahmi Ardiyanto, Senin (20/7).

Namun yang menjadi tantangan saat ini, belum tersedianya water meter berstandar nasional yang menjadi alat utama, untuk mengukur volume pengambilan air oleh wajib pajak.

Advertisement

Sebelumnya, Bapenda NTB telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3 miliar, khusus untuk pengadaan water meter. Karena ada efisiensi, hingga kini water meter belum tersedia.

“Kita berharap nanti APBD Perubahan atau di tahun depan, anggarannya bisa digeser untuk pengadaan water meter,” kata Fahmi.

Advertisement

Harga per unit water meter standar nasional tersebut tergolong fluktuatif, berkisar di angka Rp 100 juta - Rp200 juta, atau rata-rata dihitung sekitar Rp 120 juta per unit.

Ketiadaan alat ukur standar dari pemerintah ini, otomatis memangkas proyeksi target PAD. Pasalnya, selama ini alat ukur yang digunakan masih dipasang oleh masing-masing perusahaan.

Kemudian, belum bisa dipastikan apakah seluruh water meter yang digunakan, telah memenuhi standar nasional atau tidak.

“Kalau sekarang masing-masing perusahaan memasang sendiri, apakah alat yang dipasang itu sudah memenuhi standar nasional atau tidak, itu yang menjadi perhatian kami,” kata dia.

Bapenda NTB juga telah menyosialisasikan penggunaan water meter, dan sempat menyarankan perusahaan memasangnya secara mandiri.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sekda Lombok Timur Ajak Warga Taat Bayar Pajak

Sekda Lombok Timur Ajak Warga Taat Bayar Pajak

Sekretaris Daerah Lombok Timur M Juaini Taofik meminta masyarakat meningkatkan kepatuhan membayar pajak di tengah berkurangnya dana transfer

DJP Nusra Blokir Ratusan Rekening Penunggak Pajak

DJP Nusra Blokir Ratusan Rekening Penunggak Pajak

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Nusa Tenggara (Kanwil DJP Nusra) melakukan blokir ratusan rekening serentak para penunggak pajak.

SPN NTB Suarakan Keresahan Buruh Soal Pajak JHT

SPN NTB Suarakan Keresahan Buruh Soal Pajak JHT

Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB melayangkan kritik keras terhadap rentetan kebijakan fiskal nasional yang dinilai kian menghimpit kesejah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer