NTB Pacu Komoditas Desa Tembus Ekspor

Ferial Ayu • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 20:21 WIB
TANDA TANGAN: Kepala Disperindag NTB Lalu Wiranata (tengah) menandatangani nota kesepahaman terkait desa ekspor, Rabu (22/7). (IST/LOMBOK POST)
TANDA TANGAN: Kepala Disperindag NTB Lalu Wiranata (tengah) menandatangani nota kesepahaman terkait desa ekspor, Rabu (22/7). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Sebanyak 30 pelaku UMKM, Koperasi dan Bumdes mengikuti pelatihan dan pendampingan Desa Ekspor di aula UPTD BKP3D, Rabu (22/7).

Pelatihan ini merupakan program kolaborasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB dengan PT Hindra Soe Consulting (HSC).

Program strategis ini dirancang untuk mengonversi potensi komoditas unggulan perdesaan, seperti kopi lokal, kriya gerabah, hingga kerajinan wastra.

Komoditas tersebut diubah menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi yang siap menembus pasar internasional.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 vs iPhone 17, Mana yang Cocok Dijadikan Investasi?

Kepala Disperindag NTB Lalu Wiranata menegaskan, kekuatan riil ekonomi NTB sejatinya berada di kantong-kantong produksi perdesaan. Selama ini, mereka terkendala akses hilirisasi dan legalitas global.

"Ekspor NTB tidak boleh hanya bertumpu di kota-kota besar. Ketika desa mampu berproduksi dengan standar mutu ekspor, kemasan premium, dan legalitas ekspor yang lengkap, maka NTB secara otomatis akan memiliki banyak lumbung devisa baru dari pelosok daerah," tegas Wiranata.

Dijelaskannya, pelatihan dan pendampingan ini berlangsung pada 22–24 Juli 2026.

Bukan sekedar seremonial, 30 peserta tersebut merupakan hasil penyaringan ketat dari 40 desa pembinaan di seluruh wilayah NTB.

Baca Juga: Keren! Garmin Cirqa Hadirkan Inovasi Wearable Tanpa Layar

Selama tiga hari, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis peningkatan mutu produk. Mereka juga digembleng dalam hal literasi pemasaran digital ekspor, simulasi business matching, serta fasilitasi evaluasi kesiapan ekspor.

“Tujuannya, agar produk lokal mampu memenuhi regulasi ketat negara tujuan ekspor,” sambungnya.

Sebagai bukti keseriusan, pelatihan ini menghadirkan sejumlah stakeholder terkait.

Di antaranya, Dekranasda NTB, Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB, serta sektor perbankan seperti BSI dan Bank NTB Syariah yang siap mengucurkan fasilitas pembiayaan ekspor.

Dukungan finansial dan kemitraan rantai pasok kian solid dengan keterlibatan PT Pertamina Patra Niaga dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Sinergi antara pemerintah, konsultan profesional, perbankan, dan korporasi ini diharapkan mampu memangkas hambatan birokrasi dan biaya logistik ekspor.

Baca Juga: 'Obral' Chip Flagship, Samsung Siapkan Galaxy M67 Bertenaga Exynos 2200 dan Android 17

Dengan demikian, BUMDes dan UMKM lokal NTB tidak lagi sebatas menjadi penonton pasar digital global, melainkan tampil sebagai pemain utama penyumbang devisa negara. 

Editor : Akbar Sirinawa
UMKM BUMDes desa berdaya Desa Ekspor ekspor