Terminal Arun Antar Indonesia Kuasai Pasar Re-ekspor LNG Dunia

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 11:48 WIB
ILUSTRASI. Terminal pengisian LNG yang dikelola PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
ILUSTRASI. Terminal pengisian LNG yang dikelola PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

 

 

LombokPost-Indonesia menempati peringkat pertama sebagai pasar pemuatan re-ekspor LNG terbesar di dunia. Capaian itu tercatat dalam International Gas Union (IGU) World LNG Report 2026.

Indonesia menguasai 17,3 persen pangsa pasar global. Volume pemuatan re-ekspor LNG mencapai 0,85 juta ton.

Operasional Terminal Arun menopang capaian itu. PT Perta Arun Gas (PAG), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), mengelola terminal di Aceh itu.

Terminal Arun menjadi satu-satunya kontributor Indonesia untuk meraih posisi Largest Re-Export Loading Market LNG dunia.

Baca Juga: KPK Periksa Ahok Hanya 1,5 Jam di Kasus Korupsi Pengadaan LNG Pertamina

President Director PAG Yan Syukharial mengatakan, capaian itu sejalan dengan pengembangan bisnis LNG Hub. Bisnis itu kini menjadi salah satu tulang punggung perusahaan.

“Terminal Arun berstatus Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG yang pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah tumbuh menjadi pusat LNG Hub baru di wilayah Asia,” ujar Yan dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (25/7).

Terminal Arun berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh. Lokasinya berada pada jalur strategis menuju pasar LNG Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Posisi itu memudahkan penerimaan dan penyaluran pasokan LNG menuju pasar global.

“PAG terus berkomitmen untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan infrastruktur LNG yang andal, aman, dan berkelanjutan. Sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar LNG global,” ujarnya.

Sepanjang 2025, PAG melaksanakan 49 kegiatan operasional. Jumlah itu terdiri atas 27 kegiatan unloading, 11 kegiatan reloading, serta 11 kegiatan Gassing Up & Cooling Down (GUCD).

Realisasi unloading mencapai 1.499.085,17 meter kubik. Total energinya mencapai 34.806.990 MMBTU.

Sementara realisasi reloading mencapai 1.162.429,49 meter kubik dengan energi 27.016.005 MMBTU. Adapun GUCD mencapai 176.847,75 meter kubik dengan energi 4.107.643 MMBTU.

PAG membukukan pendapatan USD 105 juta sepanjang 2025. Perusahaan yang berusia 13 tahun itu juga mencatat laba bersih USD 25,1 juta.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
Terminal Arun Perta Arun Gas LNG Hub ekspor LNG energi nasional