LombokPost – Isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat belum beroperasinya sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lombok Utara ditepis PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.
Pertamina memastikan pasokan BBM di Lombok Utara tetap stabil dan berjalan normal.
Menanggapi penyetopan sementara operasional SPBU di Kayangan dan SPBU Tanjung, penyaluran BBM telah dialihkan dan dioptimalkan ke SPBU lain yang aktif.
Ini merupakan konsekuensi dari proses hukum di Pengadilan Negeri Mataram yang mewajibkan pemenuhan regulasi serta penyelesaian berkas administrasi perizinan.
Baca Juga: Neraca Dagang NTB Surplus, Tembus USD 1,24 Miliar
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, ketersediaan BBM masyarakat dan pelaku usaha lokal tetap terjaga. Pertamina menerapkan beberapa pilar pengamanan pasokan.
Di antaranya, layanan BBM difokuskan pada satu SPBU di Kecamatan Gangga dan dua titik SPBU di Kecamatan Pemenang.
Salah satu SPBU di Pemenang bahkan telah kembali beroperasi di bawah manajemen Pertamina Patra Niaga.
Pertamina telah mengantongi persetujuan BPH Migas untuk mengalihkan dan mengoptimalkan kuota Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) ke SPBU yang beroperasi.
Baca Juga: Gerindra NTB Sesalkan Pernyataan Muazzim Soal LAZ Daftar Gerindra Sebelum OTT KPK
Langkah ini dilakukan agar distribusi energi tetap menjangkau masyarakat tanpa hambatan.
Pertamina mempercepat koordinasi evaluasi dokumen operasional SPBU yang terdampak agar bisa kembali buka. Sekaligus menyiagakan cadangan stok jika terjadi lonjakan konsumsi.
Ahad menegaskan, pemenuhan energi masyarakat menjadi prioritas utama selama masa transisi operasional ini.
“Pemenuhan kebutuhan energi masyarakat tetap menjadi prioritas kami. Pasokan BBM di Kabupaten Lombok Utara aman sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Ahad.
Pertamina mengimbau warga Lombok Utara untuk membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Tidak melakukan pembalian berlebihan karena panic buying.
Apabila membutuhkan informasi ketersediaan stok atau menyampaikan aduan, masyarakat dapat mengakses Pertamina Contact Center 135 selama 24 jam.
Baca Juga: Persiapan PON 2028, ICF NTB Desak Pembenahan Meninting Bike Park
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post