LombokPost – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara agregat telah melampaui 100 persen. Namun, pemerintah tidak ingin capaian tersebut berhenti sebagai angka statistik.
Data yang terkumpul kini didorong untuk menjadi fondasi baru dalam menyusun kebijakan pembangunan.
Semakin lengkap gambaran aktivitas ekonomi daerah, semakin presisi pula pemerintah menentukan sektor yang membutuhkan intervensi maupun investasi.
Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, capaian lebih dari 100 persen terjadi karena petugas menemukan potensi usaha baru selama proses pendataan di lapangan.
Baca Juga: Ekspor Menurun, Ruang Fiskal NTB Ikut Tertekan
Meski demikian, proses verifikasi dan pendataan secara rinci masih terus dilakukan.
“Secara prinsip agregat di tingkat provinsi, capaian pendataan kita sebenarnya sudah melampaui 100 persen karena ditemukannya potensi-potensi usaha baru di lapangan,” kata Wahyudin, Jumat (14/8).
Petugas masih menyisir sejumlah unit usaha, termasuk ratusan usaha yang berada di pusat perbelanjaan dan kawasan Mandalika.
Persoalan teknis seperti perizinan kantor cabang serta verifikasi migrasi penduduk juga masih menjadi bagian dari proses pematangan data.
Baca Juga: Nakes Hingga Ambulans Dikerahkan ke NTT
Bagi Pemprov NTB, sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang perlu dipotret lebih lengkap.
Aktivitas ekonomi seperti glamping hingga mobilitas wisatawan menggunakan kapal cepat dinilai belum seluruhnya tergambar secara optimal dalam kontribusinya terhadap PDRB.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pendataan wisatawan juga perlu terintegrasi dengan sistem transportasi laut.
“Sistemnya bisa kita adopsi seperti penerbangan. Kita sedang menunggu masterplan agar lalu lintas pengunjung tercatat sempurna,” ujarnya.
Konsep tersebut diarahkan untuk memperkuat Senggigi sebagai salah satu hub pergerakan wisatawan menuju berbagai destinasi, termasuk Gili Trawangan, Bangsal hingga Bangko-Bangko.
Melalui data SE2026 yang semakin lengkap, Pemprov NTB ingin mengubah pola pembangunan. Dari sekadar berbasis perkiraan menjadi lebih presisi.
Baca Juga: Hull City Berminat Boyong Bintang Timnas Jepang Keito Nakamura
Data yang matang diharapkan membuat anggaran lebih efisien dan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post