LombokPost – Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional mulai merangkak naik jelang perayaan Maulid Nabi. Kenaikan paling menonjol terjadi pada komoditas daging ayam ras.
Kenaikan harga daging ayam bervariasi di tiap pasar. Namun paling signifikan terjadi di Pasar Pagesangan yang tembus Rp 50 ribu per kilogram.
Jumlah ini meroket dari harga eceran tertinggi (HET) sebelumnya sebesar Rp 40 ribu perkilogram.
“Sudah naik cukup lama, karena permintaan yang meningkat,” ujar Ahmad, salah satu pedagang ayam di Pasar Pagesangan, Rabu (19/8).
Baca Juga: Beli Tiket MotoGP Mandalika Bisa di Bale KITA
Berbicara soal pasokan, Ahmad mengatakan tidak ada kendala. pasokan daging ayam yang dijual tidak mengalami penurunan.
Kenaikan ini diakuinya murni lantaran tingginya permintaan menjelang perayaan Maulid Nabi.
“Kalau mau ada kegiatan keagamaan memang wajib naik karena banyak permintaan,” katanya.
Khairunnisa, pedagang daging ayam di Pasar Mandalika juga menyampaikan hal senada.
Namun harga ayam di Pasar Mandalika cenderung lebih murah dibandingkan Pasar Pagesangan, yakni Rp 45 ribu per kilogram.
“Sudah dari beberapa pekan lalu,” katanya.
Diakuinya, beberapa pembeli memang memilih mengurangi kuantitas pembelian.
Namun ada beberapa pelanggannya yang tetap membeli seperti biasa lantaran kebutuhan yang memang harus dipenuhi.
Data indeks perkembangan harga (IPH) Minggu II Agustus 2026 berdasarkan data BPS per Selasa (18/8) menunjukkan kenaikan di empat kabupaten NTB.
Di antaranya, Kabupaten Lombok Timur sebesar 3,27 persen, Lombok Tengah 3,15 persen, Sumbawa Barat 3,05 persen, dan Lombok Utara 1,92 persen.
Kenaikan ini dominan dipengaruhi kenaikan harga daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, dan daging sapi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian TPID NTB untuk memperkuat langkah pengendalian.
Di antaranya dengan menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post