Bisnis Anyaman Bambu Dusun Goa Butuh Akses Modal

Ferial Ayu • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 07:03 WIB
BUTUH AKSES MODAL: Produk anyaman bambu Dusun Goa, di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. (IST/LOMBOK POST)
BUTUH AKSES MODAL: Produk anyaman bambu Dusun Goa, di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Kerajinan anyaman bambu Dusun Goa di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara tak lekang dimakan zaman.

Usaha yang dirintis Denda Nurhati selama bertahun-tahun itu telah menjadi sumber penghasilan bagi sejumlah warga setempat.

Namun pengembangannya masih terbentur keterbatasan permodalan.

Kerajinan tersebut bukan sekadar aktivitas ekonomi rumah tangga.

Baca Juga: Ekspor Non Tambang NTB Kian Menguat

Di balik proses mengolah bambu menjadi berbagai produk bernilai jual, terdapat warga yang menggantungkan penghasilan sebagai perajin.

“Banyak yang menggantungkan hidup dari sini,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan modal menjadi salah satu hambatan utama untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Padahal, permintaan terhadap produk anyaman bambu dinilai cukup terbuka.

Baca Juga: Legend is Back, Freelander 8 EREV Launching Awal September 2026

Tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, kerajinan tersebut juga berpeluang masuk pasar suvenir hingga pesanan dari luar daerah.

Karenanya intervensi pemerintah dinilai penting.

Bukan semata dalam bentuk bantuan modal, tetapi juga pembinaan agar pelaku usaha mampu memperkuat kualitas produk.

 Juga pengemasan, pemasaran, hingga memperluas jaringan pasar.

“Bantuan modal UMKM sangat dibutuhkan agar usaha ini bisa menopang produksi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

Potensi bahan baku menjadi modal lain yang dimiliki Desa Bentek.

Baca Juga: Inflasi Tahunan NTB Tembus 4,03 Persen, Early Warning Bagi TPID NTB

Ketersediaan bambu yang melimpah dapat menjadi kekuatan untuk membangun sentra kerajinan.

Jika dikelola secara berkelanjutan dan didukung inovasi desain, produk anyaman Dusun Goa berpeluang menjadi salah satu identitas kerajinan Lombok Utara.

“Kami tidak ingin usaha yang sudah dirintis puluhan tahun ini berhenti hanya karena persoalan modal,” tegasnya.

Denda mengakui, selama ini usaha tersebut masih bertahan dengan kemampuan sendiri.

Baca Juga: Mimpi NTB: Gili Mas Jadi Gerbang Cruise Asia

Ia berharap ada kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sehingga produksi dapat ditingkatkan.

“Harapan kami sederhana. Ada bantuan modal supaya bisa beli bahan baku lebih banyak, tambah alat, dan bisa mempekerjakan lebih banyak warga,” tuturnya.

Harapan tersebut sekaligus menjadi pesan, penguatan UMKM di desa tidak cukup berhenti pada pendataan.

Potensi ini membutuhkan dukungan nyata agar tidak sekadar bertahan, tetapi mampu tumbuh dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Dusun Goa anyaman bambu akses modal anyaman bambu