Pariwisata Sumbang 21,5 Persen PDRB NTB, Serap 28 Persen Tenaga Kerja

Ferial Ayu • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 08:59 WIB
SUMBANG PDRB NTB: Desa Wisata Sasak Ende, Desa Sengkol, Pujut, Lombok Tengah, salah satu destinasi pariwisata unik di NTB. (DEWI/LOMBOK POST)
SUMBANG PDRB NTB: Desa Wisata Sasak Ende, Desa Sengkol, Pujut, Lombok Tengah, salah satu destinasi pariwisata unik di NTB. (DEWI/LOMBOK POST)

LombokPost – Pariwisata kian menegaskan perannya sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tak hanya mendatangkan wisatawan, geliat sektor ini turut membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Hario K Pamungkas mengatakan, sektor pariwisata memang tidak tercatat sebagai satu lapangan usaha tersendiri dalam statistik Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Karena itu, BI menggunakan tiga lapangan usaha yang memiliki keterkaitan erat dengan pariwisata sebagai indikator.

Baca Juga: Ekonomi NTB Melejit 7,41 Persen, Smelter dan Konsumsi Rumah Tangga Jadi Motor Utama

Ketiganya yakni perdagangan, transportasi, serta penyediaan akomodasi dan makan minum (Akmamin). 

“Kita coba dekati dengan tiga lapangan usaha yang ada kaitannya dengan sektor pariwisata,” kata Hario.

Dari tiga sektor tersebut, kontribusinya mencapai sekitar 21,5 persen terhadap PDRB NTB.

Angka ini menunjukkan besarnya peran aktivitas yang berkaitan dengan pariwisata terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga: Bulog Jamin Stok Beras NTB Aman 27 Bulan Ke Depan

Tak hanya dari sisi ekonomi, dampaknya juga terasa pada penyerapan tenaga kerja.

Ketiga lapangan usaha tersebut secara keseluruhan berkontribusi terhadap sekitar 28 persen total pekerjaan di NTB.

Perdagangan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan tenaga kerja, disusul akomodasi dan makan minum serta transportasi.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa geliat pariwisata memiliki efek berganda terhadap masyarakat.

Di sisi lain, jumlah kunjungan wisatawan ke NTB juga terus menunjukkan tren positif.

Hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan tercatat tumbuh 5,34 persen. 

Baca Juga: ITDC Perkuat Ekosistem Pariwisata Lewat MotoGP Mandalika 2026  

Mataram, Lombok Barat dan Lombok Tengah menjadi daerah yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

Hario menilai potensi tersebut masih dapat terus dikembangkan, terutama melalui konsep sport tourism.

Mandalika menjadi salah satu kawasan yang dinilai memiliki daya tarik kuat melalui berbagai event internasional.

Gelaran MotoGP pada Oktober mendatang diharapkan kembali mendongkrak kunjungan sekaligus aktivitas ekonomi daerah.

Baca Juga: Segera Debut, Xpeng Mona L05 Hadir Dalam Dua Konfigurasi, Versi BEV dan EREV

BI juga mengambil peran dalam pengembangan desa wisata.

Salah satunya melalui pembinaan Desa Wisata Bilibante yang bahkan mendapat kesempatan dipromosikan dalam ajang Karya Kreatif Indonesia di Jakarta.

Namun, penguatan pariwisata juga menghadapi tantangan.

Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade menjadi perhatian serius karena kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata utama NTB.

Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 34 miliar. 

Sejumlah rumah adat, fasilitas seni, museum hingga berbagai perlengkapan warga ikut terdampak.

Baca Juga: Merawat Kehangatan Madak Mare di Pantai Kuta Mandalika

BI bersama perbankan dan stakeholder terkait turut mendorong pemulihan.

Bantuan diberikan kepada masyarakat, termasuk layanan penukaran uang rupiah yang rusak akibat terbakar.

“Kami juga memfasilitasi penukaran uang rusak karena terbakar,” ujarnya.

Tak berhenti pada bantuan material, BI juga menggandeng perbankan melakukan edukasi dan trauma healing bagi anak-anak Desa Adat Sade.

Baca Juga: Legend is Back, Freelander 8 EREV Launching Awal September 2026

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan secara menyeluruh agar denyut pariwisata Sade kembali hidup.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
wisatawan Ekonomi Tenaga Kerja NTB Pariwisata