Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ikan Cupang Hias: Semakin Menarik Warnanya, Semakin Mahal Harganya

Administrator • Jumat, 9 April 2021 | 15:51 WIB
MERAWAT CUPANG: Imran Iswadi menunjukkan ikan cupang hias yang ia pelihara di rumahnya di Perumahan Graha Pratama, Lingkungan Dasan Sari, Kelurahan Kebon Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. (Ivan/Lombok Post)
MERAWAT CUPANG: Imran Iswadi menunjukkan ikan cupang hias yang ia pelihara di rumahnya di Perumahan Graha Pratama, Lingkungan Dasan Sari, Kelurahan Kebon Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. (Ivan/Lombok Post)
Hobi memelihara ikan cupang hias kini tengah menjadi tren di masyarakat. Tak tanggung-tanggung, harga ikan seukuran jempol orang dewasa ini mencapai jutaan rupiah per ekor.

--------------

NAMANYA Imran Iswadi. Dia salah satu penghobi ikan cupang di Kota Mataram. Meski baru lima bulan memelihara ikan yang memiliki karakter unik dan agresif ini, dia sudah mengoleksi puluhan ikan. “Ada yang harganya sampai jutaan,” kata Imran, sapaan karibnya.

Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan. Yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Fancy misalnya, kata Imran. Salah satu jenis ikan cupang yang cukup terkenal di kalangan penggemarnya. Ikan cupang fancy memiliki keunggulan kombinasi warna yang cantik seperti lukisan.

“Semakin menarik warnanya, tentu harga ikan ini juga akan semakin mahal. Bahkan ada yang harganya sampai Rp15 juta,” sebut dia.

Dari keindahan warna inilah membuat Imran tertarik memelihara ikan cupang hias. Tak tanggung-tanggung, puluhan ikan hias yang dipelihara juga menjadi salah satu aksesoris rumahnya. “Rata-rata satu ekor ikan saya beli Rp 50 ribu,” tutur dia.

Sebagai seorang fotografer, Imran ingin sekali memotret ikan cupang yang memiliki keindahan warna. Bahkan dia penasaran ingin memotret ikan cupang lagi kawin dan menetaskan telur. “Ini yang saya tunggu-tunggu,” kata dia.

Imran cukup telaten memelihara ikan cupang. Tiap hari dia harus memberikan pakan berupa cacing merah yang menjadi makanan ikan cantik ini. Bahkan dia juga membelikan daun ketapang kering yang sudah dipermentasi agar warna ikannya tumbuh sesuai ekspektasi.

“Kalau pakan ikan, banyak dijual secara oline,” kata bapak empat anak ini.

Imran tahu betul mana ikan cupang betina dan jantan. Biasanya kata dia, ikan cupang jantan ditandai dengan ekornya yang lebat dan panjang. Sebaliknya, jika betina ekornya jarang. “Jadi ikan cupang yang kelihatan cantik-cantik, itu yang jantan,” tutur dia sembari tersenyum.

Merawat ikan juga harus memperhatikan kualitas air. Empat hari sekali, dia harus mengganti air di dalam toples yang menjadi tempat ikan cupangnya. Namun ada juga yang memelihara ikan dengan memberikan air di toples sedikit demi sedikit.

Misalnya, mulai dari seperempat, setengah, hingga full. Menurutnya, ikan cupang ini cukup agresif. Jadi dalam setiap toples dia memberikan sekat menggunakan kardus antara toples yang satu dengan yang lain. “Kalau ikan saling lihat, tidak bisa diam. Kayak mau kelahi,” kata dia.

Sejauh ini, Imran sudah mengikuti beberapa kontes lomba ikan cupang. Belum lama ini dia mengikuti kontes cupang di Taman Mayura. Bagi pemenang lomba mendapat piagam yang nantinya bisa menaikkan nilai jual ikan cupang.

“Kalau ikan yang sudah dapat piagam, ini haragnya pasti mahal,” ucap dia.

Kini, kata dia, ikan cupang ini juga menjadi hiburan alternatif. Bahkan banyak kafe, kantor, dan tempat nongkrong lainnya yang menjadikan ikan cupang sebagai aksesoris mempercantik ruangan.

“Kita lihat di kafe sekarang banyak yang taruh ikan cupang di tempat-tempat yang mudah dilihat,” kata dia. (ali rojai/r3) Editor : Administrator
#hobi #Ikan Cupang