Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kopi Rau dari Beririjarak yang Digagas Sopian Hadi: Diorbitkan dari 2016, Biji Kopi Diambil dari Kebun Sendiri

Supardi/Bapak Qila • Senin, 4 Desember 2023 | 18:05 WIB

 

Sopian Hadi saat meracik kopi Rau di kedai kopi miliknya di Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur.
Sopian Hadi saat meracik kopi Rau di kedai kopi miliknya di Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur.

Lombok Timur (Lotim) merupakan salah satu kabupaten penghasil kopi di Indonesia.

Tidak heran jika banyak IKM yang bergerak di dunia kopi.

Salah satunya adalah Dapoer Kopi Rau yang digagas Sopian Hadi di Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba.

Meski kedai kopinya sangat sederhana, namun banyak diminati pecinta kopi di Lombok bahkan sampai ke sejumlah negara.

---------------------------------------------------------------

Tepat di pojok simpang tiga Desa Beririjarak sebuah rumah sederhana berdiri menghadap barat.

Lokasinya sangat strategis. Sehingga ruangan yang berada di pinggir jalan dijadikan kios dengan dua pintu.

Satu menghadap barat dan satu lagi menghadap selatan.

Kios itu merupakan kedai kopi sederhana. Terlihat dari deretan toples kaca yang tersusun rapi berisikan biji kopi.

Nampak juga sebuah meja panjang yang diapit dua etalase.

Kedai kopi ini kerap didatangi pengunjung. Duduk dari pagi hingga larut malam di terasnya.

Sopian cekatan meracik kopi Rau miliknya untuk disajikan kepada pembeli. Kopi ini memang cukup tenar.

Tidak saja di Desa Beririjarak, harum aroma khas kopi Rau mampu menjangkau hingga ke luar negeri.

Sopian Hadi menceritakan awal mula dirinya bergelut dalam dunia kopi sejak tahun 2016 lalu.

Pada tahun itu Desa Beririjarak menjadi salah satu desa binaan dalam program ekowisata.

”Saat pendampingan itu, Desa Beririjarak ternyata memiliki potensi bagus untuk mengembangkan kopi. Makanya dari sana kami mulai tertarik dengan kopi ini,” ujar Sopian Hadi, Minggu (3/12).

Ada dua jenis kopi yang dijual yakni kopi Arabika dan kopi Robusta.

Selain dijual siap saji, ada juga yang dikemas.

Biji kopi itu didapatkan langsung dari kebun miliknya yang ditanam di lahan seluas 20 are.

Hanya saja, produksi dari lahan tersebut tidak mencukupi permintaan.

Sehingga Sopian juga harus memberi biji kopi dari petani lain di Beririjarak maupun Sembalun.

”Saat ini ada 10 petani kopi yang saya jadikan sebagai penyuplai biji kopi,” ungkapnya.

Kopi yang diambil dari petani dipastikan betul-betul kopi yang berkualitas.

Hal itu dilakukan untuk tetap menjaga konsistensi rasa dan aroma dari Kopi Rau.

Menurutnya lebih baik membeli dengan harga mahal tapi kualitas bagus, daripada murah tapi merusak kualitas dan aroma kopi. Yang tentunya akan membuat lari pelanggan.

Sopian menyebut kopi Rau banyak dijual ke Batam, Jawa Barat, Sumbawa, Malang, Jakarta.

Bahkan ada juga pembeli dari Hongkong, Malaysia, Swedia, hingga Jerman.

”Tapi sekarang yang paling rutin itu kirim ke Hongkong dan beberapa daerah lainnya. Kalau pasar tetap di Lombok saja, karena saya sudah punya sejumlah reseller,” ujarnya. 

Meski kopi Rau ini tidak pernah dipromosikan melalui media sosial, namun permintaan tetap lancar.

Bahkan ia cukup kewalahan memenuhi permintaan.

Sehingga dalam sebulan ia hanya bisa mengolah 35 kilogram biji kopi. (Supardi/r11)

 

Editor : Marthadi
#Wanasaba #Kopi Rau #Beririjarak #Lotim #Lombok Timur