Sirhandini Aslamiyah, seorang siswi SDN 1 Gereneng, Kecamatan Sakra Timur, berhasil mengharumkan nama Lombok Timur (Lotim) di kancah nasional. Meski masih berusia 12 tahun, Sihandini berhasil merebut piala Kemenpora RI, pada kejuaraan nasional di Malang. Berikut ulasannya.
-------------
Sedari pagi puluhan siswa-siswi SDN 1 Gereneng, Kecamatan Sakra Timur, bersiap-siap menunggu kedatangan Sirhandini. Antusiasme ini tak lain karena teman mereka berhasil meraih prestasi di kancah nasional.
Belum lama ini, Sirhandini menyabet juara satu pada Kejuaraan Nasional Pencak Silat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) IPSI Malang Championship IV, yang digelar di GOR Ken arok Kota Malang.
Setiba di kampung halaman, perempuan yang akrab disapa Dini itu, disambut bak pahlawan. Ia dikalungi bunga dan dikawal puluhan siswa, guru dan warga sekitar dengan iringan musik gendang beleq, pekan lalu.
Dari keramaian itu, Sri Megawati dan Nisbaya yang merupakan ibu serta nenek Dini tak kuasa menahan tangis. Haru dan bangga rasanya, karena Dini mengharumkan nama Lotim. Ketiganya saling memeluk dengan erat. Ratusan pasang mata ikut berkaca-kaca melihat pemandangan itu.
Sri menceritakan, bakat bela diri Dini datang dari almarhum sang ayah yang juga karateka. Namun selama hidup, sang ayah tak pernah mengikuti kejuaraan seperti Dini.
”Meski tidak pernah mengikuti kejuaraan, tapi ayahnya dulu sangat jago karate,” tutur, Sri Megawati, sembari menyeka air mata yang mulai membasahi pipinya.
Dini sudah 10 kali mengikuti kejuaraan silat, mulai tingkat kabupaten hingga nasional dan selalu mendapatkan juara. Meski terlahir dari keluarga yang pas-pasan namun Dini selalu semangat berlatih untuk bisa meraih prestasi. Bagi Dini keadaan ekonomi yang pas-pasan bukan penghalang untuk berprestasi.
”Bahkan sejak kecil, Dini rutin mengikuti latihan di padepokan silat maupun di sekolah dan mengikuti berbagai kejuaraan,” terang Sri.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan anaknya, Sri bekerja sebagai penjual nasi bungkus dan buruh memetik tembakau di desanya, dengan upah yang tidak menentu.
Namun hal itu tak membuat semangatnya pudar untuk mendukung sang buah hati terus berprestasi dan meraih cita-citanya yang ingin menjadi seorang Polwan itu.
”Mudah-mudahan prestasi Dini bisa memotivasi teman-temanya dan bermanfaat bagi orang banyak,” tandasnya.
Dini mengaku bangga dan sangat bersyukur atas prestasi yang diraihnya itu. Sebelumnya ia tidak pernah menyangka akan bisa membawa pulang piala Kemenpora itu. Prestasi ini akan dijadikan sebagai motivasi untuk semakin giat berlatih.
”Terima kasih banyak teman-teman dan ibu bapak guru semuanya sudah mendukung Dini. Dan terima kasih banyak nenek dan ibu sudah mendoakan saya sehingga bisa meraih prestasi ini,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Gereneng Mahdi mengaku senang siswinya bisa mengharumkan nama sekolah. Karna itu, ia bersama warga berinisiatif untuk menyambut kepulangan Dini.
”Awalnya memang inisiatif dari masyarakat untuk menyambut kepulangan Dini. Tapi kami tidak menyangka akan semeriah ini,” tutupnya. (supardi)
Editor : Kimda Farida