Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cerita Insam Hariadi, Bertahan Jual Batu Akik di Mataram Meski Harga Tak Lagi Menggiurkan

nur cahaya • Selasa, 31 Desember 2024 | 15:55 WIB

 

MASIH BERTAHAN: Pedagang Batu Akik Insam Hariadi melihat batu yang dijualnya di samping Taman Mayura, pekan lalu.
MASIH BERTAHAN: Pedagang Batu Akik Insam Hariadi melihat batu yang dijualnya di samping Taman Mayura, pekan lalu.

 

Bisnis batu akik sempat jaya tiga tahun lalu. Tetapi, kini peminatnya semakin sepi. Dikarenakan banyak pedagang yang menjual barangnya via online. Kendati demikian, Insam Hariadi tetap bertahan. Itu semata-mata karena hobi.

Mataram

Badannya kekar dan tinggi. Berambut gondrong. Itulah sedikit yang menggambarkan salah satu pedagang batu akik di samping Taman Mayura, Cakranegara, Mataram. Bernama Insam Hariadi.

Tangannya lihai menggosok batu. Batu yang digosoknya harus pas dengan ganggang cincin. "Cara ini sudah 12 tahun saya kerjakan," kata Insam.

Dahulunya di kawasan ini berderet pedagang batu akik. Dikarenakan peminatnya cukup banyak. "Tetapi itu hanya kenangan," ujarnya.

Sekarang tinggal lima lapak yang masih bertahan. Termasuk dirinya. "Saya bertahan karena hobi," kata dia.

Selain itu juga, dirinya tidak enak akan meninggalkan pelanggannya yang juga senang mengoleksi batu akik. Ketika ada yang ingin dibuatkan cincin, harus dipesan terlebih dahulu. "Kalau saya tinggalkan, tidak ada lagi tempat mereka menyervis cincin," ujarnya.

Servis cincin memiliki tarif. Mulai dari Rp 30 ribu per cincin. "Terkadang ada juga yang ingin tukar tambah dengan jenis batu lain. Kita terima asalkan ada transaksi," kata dia.

Sejak muda, dirinya memang hobi mengoleksi akik. Seperti bacan, mirah, safir, rubi, dan batu lainnya. "Sebenarnya bisa jadi fashion," jelasnya.

Semua yang dikoleksi itu memiliki khasiat bagi penggunanya. Itu dapat dirasakan langsung penggunanya. "Misalnya saja batu giok. Ada saya punya. Khasiatnya badan terasa lebih sehat," bebernya.

Dari segi medis dapat meningkatkan daya tahan tubuh. "Karena batu itu bawaan dari alam. Jadi secara alami metabolisme tubuh kita terbentuk," kata dia.

Ada juga pengguna batu yang digunakan untuk hal-hal mistis. "Tujuannya untuk menjaga penggunanya. Batu itu hanya sebagai syarat saja untuk menangkal hal-hal mistis," kata dia.

Berbicara mistis memang belum bisa diterima akal sehat. Tetapi, penggunanya yang merasakan dapat melindunginya. "Makanya ada salah satu pelanggan saya yang cinta sekali dengan batu itu," ujarnya.

Misalnya saja Batu Galih Kelor. Itu biasanya yang banyak digunakan untuk mentransfer energi negatif dan positif dalam tubuh. "Batu itu susah dicari. Kalau pun bisa menemukan itu, harus dipastikan barangnya asli atau tidak," kata dia.

Penggunaan Batu Galih Kelor itu juga sama penggunaannya seperti Batu Marjan. Batu tersebut berasal dari Yaman. "Susah juga didapat batu itu.  Karena hanya ada di kawasan Laut Merah," pungkasnya. (SUHARLI/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#hobi #peminat #akik #batu #sepi #Bertahan #cincin #Jaya #Mataram