LombokPost - Sempat berniat berhenti menekuni olahraga selepas SMA, Martina Ayu Pratiwi mengiyakan tawaran pelatihnya untuk menekuni triathlon dan akhirnya sukses merebut lima emas serta dua perak di SEA Games 2025.
Bonus Rp 3,4 miliar rencananya dia investasikan untuk masa depan, juga untuk merenovasi rumah yang dia tempati bersama keluarga.
LULUS SMA, Martina Ayu Pratiwi sebenarnya berniat berhenti dari renang yang dia geluti sedari kecil.
Dia ingin fokus kuliah saja. Setidaknya, kelak masih bisa menjadi pelatih.
Sebab, putri ketiga pasangan Agus Prabowo-Sumartini itu berkuliah di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya.
Namun, tawaran dari pelatih renangnya membuatnya berpikir ulang.
"Oleh pelatih renang, saya ditawari untuk pindah ke triathlon. Saya merasa tertantang karena ada tiga cabor yang harus saya kuasai," ungkap Martina, yang tengah menjalani pemusatan latihan di Situbondo, kepada Jawa Pos yang mengontaknya dari Gresik (7/1).
Juli 2022, Martina yang lahir dan besar di Gresik itu pun secara resmi memutuskan menerjuni triathlon.
Tiga tahun berselang, pilihan itu ternyata membawanya ke raihan besar: merebut total tujuh medali di SEA Games 2025, masing-masing lima emas dan dua perak.
Padahal, itu partisipasi pertamanya dalam ajang dua tahunan yang tahun lalu berlangsung di Thailand pada 9–20 Desember tersebut.
Atas prestasinya sebagai atlet peraih medali terbanyak, Martina pun mengantongi bonus Rp 3,4 miliar.
Itu menjadikannya atlet dengan bonus terbesar. Yang membuatnya lebih bangga lagi, dia turut terpilih mewakili para atlet dalam prosesi penyerahan bonus pada 9 Januari lalu di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Presiden, seperti dia tulis di akun Instagram-nya, tampak takjub dengan perolehan medalinya.
"Itu juga kado spesial. Kebetulan bertepatan dengan hari ulang tahun saya," ungkapnya.
Sesuai saran Presiden Prabowo, Martina berencana menggunakan bonusnya untuk investasi masa depan dan menunjang prestasi.
“Juga untuk membantu orang tua dan merenovasi rumah kami," katanya.
Target Pribadi
Prestasi besar di SEA Games itu buah gemblengan keras. Selama tiga bulan lamanya, perempuan 21 tahun tersebut menjalani serangkaian latihan berat di wilayah Bangka Belitung. "Tidak peduli cuaca panas, hujan, angin, capek, dan gugup,” tuturnya.
Kemampuan fisiknya yang di atas rata-rata membuat tim kepelatihan mendaftarkan namanya pada tujuh nomor perlombaan. Meski demikian, dia tidak dibebani target juara.
"Saya hanya fokus satu target pribadi, medali emas di nomor triathlon individual. Itu nomor yang bisa dibilang paling bergengsi," ungkapnya.
Sedangkan nomor lainnya beregu. Target pribadinya itu pun tercapai, ditambah empat emas lainnya di aquathlon estafet putri, aquathlon estafet campuran, duathlon estafet putri, dan duathlon estafet campuran. Adapun dua perak dia rebut dalam triathlon estafet putri serta triathlon estafet campuran.
Bermodal kesuksesan di SEA Games itu, Martina pun mulai percaya diri mengincar medali di ajang yang lebih prestisius. "Tahun ini target utama saya ada di Asian Games," tuturnya tentang ajang yang bakal berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut.
Asian Games juga membuka peluangnya untuk memperbaiki posisi di peringkat dunia. Jika tercapai, peluangnya untuk tampil di Olimpiade Los Angeles 2028 otomatis akan membesar.
Berkaca dari pengalamannya sejauh ini, dia pun berpesan kepada para juniornya agar tidak takut memulai dan tidak mudah menyerah. Jalan yang dilalui mungkin memang terjal, tetapi itulah yang dibutuhkan untuk menjadi yang terbaik.
"Harus percaya pada diri sendiri, nikmati setiap langkah, dan terus belajar. Dari proses itulah kita tumbuh dan menemukan potensi terbaik," katanya. (LUDRY PRAYOGA, Gresik/ttg/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida