Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berkunjung ke Desa Penerima Manfaat yang “Dipeluk” Sinyal Komdigi (2): Wisata Tumbuh, Budaya Lokal Menyapa Dunia dari Desa Jeruk Manis

Lestari Dewi • Sabtu, 25 April 2026 | 08:30 WIB
Sejumlah wisatawan asing menikmati makan dan minuman yang ada di Warung Rahma di Desa Jeruk Manis, Sikur, Lombok Timur, Rabu (22/4) lalu. (Dewi/Lombok Post)
Sejumlah wisatawan asing menikmati makan dan minuman yang ada di Warung Rahma di Desa Jeruk Manis, Sikur, Lombok Timur, Rabu (22/4) lalu. (Dewi/Lombok Post)

 

Kehadiran program Kampung Internet di Desa Jeruk Manis sukses merevolusi layanan kesehatan sekaligus memikat wisatawan Eropa untuk menyelami tradisi Sasak secara langsung. Jeruk Manis kini menjelma menjadi destinasi digital yang menghidupkan ekonomi warga dan memudahkan akses medis di pelosok.

----

UDARA dingin langsung menyergap saat rombongan tiba di Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Rabu (22/4) sore. Awan kelabu menggantung rendah, disusul rintik hujan yang perlahan membasahi desa di ketinggian tersebut.

Di balik kabut dan dinginnya cuaca, Jeruk Manis kini menyimpan cerita baru. Desa yang dulu sulit dijangkau jaringan itu perlahan bangkit melalui program Kampung Internet dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Baca Juga: Berkunjung ke Desa Penerima Manfaat yang “Dipeluk” Sinyal Komdigi (1), Saat Papan Tulis Pintar dan Serat Optik Masuk Desa Setanggor Lombok Tengah

Usai hujan mereda, langkah rombongan menuju Puskesmas Pembantu (pustu). Perubahan langsung terasa. Bidan desa Septika Lestari tak lagi berkutat dengan tumpukan berkas. Semua data kini tercatat melalui sistem digital.

“Dulu jaringan telepon saja susah. Sekarang, data ibu hamil hingga kunjungan bayi langsung kami laporkan melalui aplikasi secara real time,” katanya.

Ia menjelaskan, layanan kesehatan kini didukung aplikasi seperti e-Puskesmas, Gizi KIA, dan P-Care BPJS Kesehatan. Akses ini memudahkan petugas dalam berkomunikasi dengan rumah sakit rujukan, sekaligus mempercepat penanganan pasien.

Baca Juga: Program Kementerian Komdigi, Kampung Internet Ubah Ekonomi Desa

Suasana berbeda terlihat di Warung Rahma. Sejumlah wisatawan tampak bersantai menikmati minuman hangat sambil mengakses internet yang kini stabil.

Pemilik warung Rahma mengatakan koneksi internet membantu promosi usaha melalui media sosial. “Kualitas internet yang bagus membuat mereka betah. Sekarang pengunjung bisa mengakses kita dari mana saja,” ujarnya.

Di sekitar warung, wisatawan lain terlihat berjalan menuju destinasi air terjun. Kehadiran mereka memberi dampak langsung pada ekonomi warga.

Kepala Desa Jeruk Manis Nasipudin mengatakan, desa tersebut kini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa. Mereka tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga untuk merasakan kehidupan masyarakat lokal.

Baca Juga: Ini 5 Alasan Drama China Terbaru Fate Chooses You Wajib Ditonton

“Kebanyakan wisatawan dari Eropa. Mereka ikut turun ke sawah, mengikuti tradisi Nyongkolan, hingga mengenakan pakaian adat Sasak,” katanya.

Menurutnya, internet menjadi sarana penting bagi wisatawan untuk membagikan pengalaman mereka secara langsung ke berbagai negara.

Meski demikian, membangun kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata tidak mudah. Pemerintah desa harus menunjukkan manfaat nyata agar warga mau terlibat.

Baca Juga: Mandalika Kartini Race 2026: Audya Anjani, Pembalap Perempuan Asal Lombok Siap Berikan Kejutan

“Kami tidak hanya mengandalkan rapat. Kami tunjukkan langsung manfaatnya agar warga bisa melihat dan merasakan sendiri,” tutupnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#kampung internet #wisatawan #desa jeruk manis #komdigi #Lombok Timur