Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Seru-Seruan Main Bulu Tangkis Bersama Komunitas Badminton.Yukk, Lapangan Jadi Ajang Relaksasi, Pulang Olahraga Fresh Lagi

Umar • Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:09 WIB
Anggota komunitas Badminton.Yukk berfoto usai bermain bulu tangkis di GOR Aditya di Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Jumat malam (8/5). Hobi badminton menyatukan anggota komunitas dari beragam kalangan ini.
Anggota komunitas Badminton.Yukk berfoto usai bermain bulu tangkis di GOR Aditya di Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Jumat malam (8/5). Hobi badminton menyatukan anggota komunitas dari beragam kalangan ini.

Badminton.Yukk menghimpun anggota komunitas penghobi olahraga bulu tangkis di Kota Mataram dan sekitarnya. Anggotanya datang dari beragam kalangan. Mulai dari mahasiswa, pegawai kantoran, hingga ibu rumah tangga biasa. Meski sibuk dengan urusan keluarga dan pekerjaan, mereka tetap bisa olaharaga dan menyalurkan hobi bermain bulu tangkis. 

UMAR WIRAHADI, Mataram 

Lapangan bulu tangkis GOR Aditya di Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Lombok, Barat, sedang ramai-ramainya tadi malam (8/5). Empat lapangan semua terpakai oleh para pemain. 

Ayunan raket yang cepat, langkah kaki yang gesit beradu dengan teriakan heboh para pemain setiap kali memenangkan rally. Menariknya, setiap pasangan pemain memiliki kelompok pendukung masing-masing. Suara dukungan pendukung heboh setiap kali tim mendapatkan poin.

Baca Juga: Namanya Diabadikan di Piala Kejuaraan Badminton, Tontowi-Liliyana Bangga

"Tadi tim saya main tiga set. Sampai ngos-ngosan begini. Alhamdulillah bisa menang," kata Maya Sawitri sambil mengusap keringat yang bercucuran di wajahnya. 

Maya adalah penghobi olahraga bulu tangkis yang tergabung dalam komunitas Badminton.Yukk. Di dalamnya terhimpun sekitar 65 anggota. Mulai dari mahasiswa, pegawai kantoran, hingga ibu rumah tangga biasa. "Kami disatukan karena punya hobi yang sama, yaitu badminton," ujarnya. 

Mereka biasa bermain sekali seminggu. Jadwalnya memang setiap Jumat malam. Start mulai pukul 19.30 hingga 23.00 Wita. Karena jumlah anggota yang bermain cukup banyak, panitia mengatur jadwal jam bermain secara bergiliran. "Kami atur jadwal mainnya. Jadi tidak saling berebut," tutur Maya. 

Baca Juga: Ratusan Peserta Berlaga di Epic Aqua Badminton Cup 2025, Pemenang Bawa Pulang Banyak Hadiah Menarik

Bagi mereka, bermain bulu tangkis lebih karena having fun. Sehingga lapangan bulu tangkis menjadi ajang untuk relaksasi dan melepas penat dari segala rutinitas. Baik di kantor tempat bekerja maupun urusan rumah tangga. Seperti mengurus anak atau keluarga. 

"Jadi ketika main di lapangan itu rasanya seperti membuang beban. Rasanya plong. Pulang olahraga fresh lagi," ujar Maya lalu tertawa. 

Selain karena hobi, mereka memilih bulu tangkis sebagai olahraga favorit karena murah dan simpel. Outfit yang dipakai tidak harus mahal. Mulai dari kostum, sepatu hingga raket memiliki harga standar di pasaran.

Baca Juga: Bulu Tangkis Bukan Sekadar Tren tapi Investasi Masa Depan, Pengprov PBSI NTB Rutin Gelar Kejuaraan

"Kalau outfit sih biasa saja. Yang penting nyaman dan aman waktu main," ungkap perempuan yang bekerja di perusahaan teknologi digital di Kota Mataram itu.  

Menariknya, meski menjadi wadah hiburan, anggota komunitas tetap mengikuti aturan permainan buku tangkis profesional. Sehingga sebelum bermain, mereka mengadakan coaching (pelatihan) terlebih dahulu. Tidak main-main. Pelatihnya pun mantan atlet profesional bernama Aura Jovitania. 

Perempuan 22 tahun itu pernah memperkuat klub asal Jakarta, Sarwendah Badminton Club. Ia pernah bertanding di ajang internasional di Malaysia dan Singapura. Bahkan dia sendiri yang mendirikan komunitas ini pada Desember 2025 lalu. 

Baca Juga: Pembinaan Atlet Bulu Tangkis Berprestasi Jadi Tantangan, Berharap Dukungan Pemerintah dan PBSI

"Saya lihat antusiasme masyarakat bermain bulu tangkis khususnya di Mataram tetap tinggi. Saya kira komunitas ini bisa jadi wadah untuk tetap latihan," kata Aura Jovitania. 

Diceritakan, pendirian komunitas Badminton.Yukk berawal dari hasil studi banding ke Surabaya. Di sana, ungkap dia, menjamur komunitas bulu tangkis yang anggotanya orang-orang yang sudah berkeluarga. 

Bahkan tidak sedikit anggota komunitas yang membawa serta anak-anaknya ke lapangan. Bisa dibilang mereka mengasuh anak-anaknya sambil berolahraga. "Inilah ide sehingga muncul Badminton.Yukk. Ini salah satu cara agar ibu-ibu khususnya bisa tetap berolahraga," paparnya.

Baca Juga: Lalu Wirajaya Mencari Bibit Atlet Bulu Tangkis Kebanggaan NTB

Tujuannya bukan lagi untuk pembinaan prestasi. Tapi lebih pada pengembangan hobi agar mereka tetap bisa bermain bulu tangkis meskipun sudah disibukkan oleh pekerjaan dan urusan keluarga. Sehingga anggota komunitas itu bisa saling bersilaturahmi satu sama lain dan disatukan oleh hobi yang sama.

"Biasanya kan orang dewasa apalagi yang sudah sibuk banget dengan pekerjaan, mau main (badminton, Red) tapi tidak ada teman. Nah, komunitas ini bisa menjadi wadah untuk menjembatani itu," sambungnya. 

Sebelum main bareng (mabar), Aura terlebih dahulu melakukan coaching ke para anggota. Yaitu memberikan pelatihan dasar-dasar permainan badminton. Mulai yang paling dasar cara memegang raket (grip), footwork (gerakan kaki), servis, dan jenis-jenis pukulan seperti smash, lob, dropshot, netting. 

Baca Juga: Ketengilan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Harapan Baru Ganda Putra Badminton Indonesia

"Paling itu sih yang saya ajarkan. Kalau yang awam banget minimal mereka tahu aturan dan cara bermain," pungkas perempuan yang juga pelatih usia dini di Acibara Badminton Club itu. (*/r3)

Editor : Kimda Farida
#Kota Mataram #olahraga #badminton #komunitas #Bulu tangkis